Ragu, Peserta Seleksi CPNS Sumut Terus Datangi Kantor BKD

Ragu, Peserta Seleksi CPNS Sumut Terus Datangi Kantor BKD

- detikNews
Jumat, 24 Mar 2006 05:14 WIB
Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memanggil kabupaten dan kota untuk klarifikasi kemungkinan penyimpangan hasil seleksi CPNS di masing masing daerah. Dugaan penyimpangan karena banyaknya laporan yang masuk dari peserta seleksi dari berbagai daerah, seperti tidak lulusnya tenaga honorer yang telah bekerja sekian lama. "Pada intinya mereka ingin mempertanyakan sekaligus melihat rangking penilaian dari hasil lembar jawaban komputer," kata Kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut Mangasing Mungkur kepada wartawan di Medan, Kamis (23/3/2006). Memang, sejak diumumkan Senin lalu (20/3/2006) hingga Kamis sore, puluhan peserta seleksi CPNS 2005 yang tidak yakin dengan pengumuman di media massa, secara bertahap terus mendatangi BKD Sumut selaku koordinator penerimaan CPNS. Ratusan orang mendatangi Kantor BKD Sumut yang berada di komplek Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan. Para peserta tidak yakin dengan hasil pengumuman kelulusan yang dilakukan panitia kabupaten atau kota, sehingga meminta hasil pemeriksaan lembar jawaban komputer dan rangking penilaian. Peserta seleksi tersebut antara lain datang dari Kabupaten Simalungun, Tapanuli Selatan, Pakpak Bharat, Langkat, Binjai dan Humbang Hasundutan. Peserta seleksi baik dari pelamar tenaga honor dan umum itu melaporkan berbagai kasusnya masing-masing ke BKD. "Berbagai permasalahan dilaporkan ke kami. Untuk saat ini kita masih menampung aspirasi yang masuk. Nanti, kabupaten dan kota akan kita panggil untuk mempertanyakan kebenaran laporan dari peserta seleksi tersebut, karena yang kita terima itu masih bersifat sepihak," ujar Mungkur. Mungkur, mencontohkan laporan yang datang dari peserta seleksi dari Simalungun. Ada tenaga honorer sudah lama mengabdi dan batas usianya sudah mencapai 46 tahun atau kesempatan terakhir mengikuti seleksi hanya pada penerimaan CPNS 2005 tetapi tidak lulus. Sementara ada yang lulus usianya masih muda dan lama mengabdinya juga masih jauh di bawahnya. Peserta seleksi dari Pakpak Bharat, mempertanyakan transparansi pengumuman kelulusan. Sementara yang lainnya datang untuk melihat rangking penilaiannya. Para peserta tersebut kurang yakin dengan yang diumumkan di daerahnya sehingga mendatangi BKD Propsu untuk melihat langsung hasil penilaian yang diperoleh. "Ada laporan dari Pakpak Bharat yang menyebutkan, salah satu formasi yang akan diterima adalah tiga orang, tetapi saat diumumkan kelulusan CPNS pada formasi itu, yang dinyatakan lulus hanya dua orang. Pada dasarnya kami selalu terbuka dan mempersilahkan masing-masing peserta yang merasa dirugikan untuk melihat langsung rangkingnya. Kalau tidak kita berikan, nanti kita dituduh tidak transparan dan diduga melakukan permainan," kata Mungkur. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads