Mau Icip Croffle Dear Butter Aja Ngantre, Strategi Marketing?

dtv - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 07:11 WIB
Jakarta -

Kendati sudah buka sejak Desember 2020, antrean masih saja terlihat di kedai croffle Dear Butter. Beberapa netizen juga ada yang mengeluh di media sosial terpaksa harus pindah-pindah gerai Dear Butter biar kebagian.

Apakah ini strategi marketing Dear Butter yang tidak mau menambah kapasitas produknya? Mari kita tanyakan ke sang pemilik Dear Butter, Bobby Handoko.

"Justru terbalik. Justru kita tuh nggak mau bikin Dear Butter itu jadi barang eksklusif," katanya dalam program Viral di detikcom.

Bobby mengaku ingin orang-orang bisa mencicipi croffle Dear Butter dengan mudah. Walau menggunakan bahan-bahan premium, gerai Dear Butter juga dibuka di pinggir jalan.

"Justru kita tuh ingin semua orang bisa nikmatin untuk barang premium ini, croffle ini. Makanya kita punya outlet itu nggak hanya ada di high end mall, tapi kita tersebar. Itu strategi kita memang seperti itu," jelas Bobby.

Bobby mengatakan, sebenarnya waktu panggang croffle di Dear Butter sekitar 5-7 menit. Antrean juga muncul karena banyak orang yang membeli croffle Dear Butter dalam jumlah yang cukup banyak.

"Cuma karena orderannya ada yang 1 orang bisa 10 box, ada yang lebih dari itu juga ada. Itu yang bikin jadi antrian jadi agak lama, gitu," terang Bobby.

Harga paket 3 pc croffle di Dear butter Rp 27 ribu. Sedangkan yang isi 9 pc itu harganya Rp 80 ribu. Tertarik?

(gah/gah)