PBHI Menduga Bom Poso untuk Pancing Kerusuhan

PBHI Menduga Bom Poso untuk Pancing Kerusuhan

- detikNews
Jumat, 24 Mar 2006 00:20 WIB
Jakarta - Poso kembali terguncang. Bom yang meledak sekitar pukul 19.15 WITA Rabu kemarin telah menyayat luka baru bagi warga Poso. Diduga bom tersebut dijadikan sebagai pemicu konflik di Poso, Sulawesi Tenggara."Konflik ini bahkan sudah berkembang pada munculnya peluang konflik antara Kristen Protestan dengan Katolik, Katolik dengan Islam, Kristen dengan Islam. Dan bahkan ada upaya juga melibatkan Hindu," kata Direktur PBHI Johnson Panjaitan.Hal ini dikatakan Johnson dalam jumpa pers bersama di Kantor Kontras, Jalan Borobudur No.14 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/03/2006).Analisis PBHI ini muncul berdasarkan data bahwa sejak awal tahun ini, yang belum genap tiga bulan, sudah muncul 11 kali kasus tindak kekerasan dan teror di Poso. "Korban meninggal sebanyak satu orang dan korban luka dua orang. Kasus bom meledak semalam adalah kasus yang keempat," tambah Johnson Panjaitan.Dengan suara lantang, Johnson juga menyayangkan tindakan pemerintah yang berencana segera melakukan eksekusi mati terhadap Tibo cs."Padahal mengeksekusi Tibo adalah upaya penghilangan keterangan mengenaidalang kekerasan di Poso selama beberapa tahun terakhir," tandas Johnson.Johnson juga mencurigai konflik Poso ini dilanggengkan oleh sekelompok orangyang berkepentingan, baik itu kepentingan ekonomi maupun politik. "Kalau mau jelas, ada 2 sektor. Sektor ekonomi, siapa sih yang mau korupsi dana penyelesaian konflik itu? Itu sudah jelas sekali. Penyidik menutup-nutupi. Politikus, eksekutif dan legislatif bermain. Elit-elitnya Kristen, Katholik, Islam bermain," papar Johnson.Seperti diketahui pada Rabu (22/3/2006) Poso kembali mendapatkan teror bom. Ini teror bom untuk kesekian kalinya yang terjadi pada tahun 2006 ini. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads