Karyawan LAPAN Makin Mahir Baca Data Satelit Usai Ikut Pelatihan Ini

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 22:02 WIB
DTS
Foto: Kemenkominfo
Jakarta -

Adi Aufarachman menyadari perjalanan kariernya mesti diimbangi dengan peningkatan kompetensi. Untuk itu, engineer di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ini mengikuti pelatihan DTS Pro A Batch 1.

Digital Talent Scholarsip (DTS) merupakan program kolaborasi DQLab dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Ia ingin bersaing di industri data, sehingga ia mengasah keahlian khusus untuk bisa membaca data-data satelit.

"Untuk memahami satelit ternyata membutuhkan data. Oleh karenanya, saya perlu memahami data science. Karena motivasi ini, saya mendaftarkan diri di program beasiswa DTS Kominfo Batch 1," Cerita Adi dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Adi menyatakan pemikirannya seputar pengolahan data semakin terbuka ketika ia mendapatkan pelatihan DTS Pro Batch 1 yang memfokuskannya pada pengoperasian Microsoft Excel. Menurut Adi, selain mendapatkan ilmu baru DTS Pro memberinya kesempatan untuk memperluas koneksi dengan rekan sesama praktisi data. Ia senang bisa berdiskusi secara langsung dengan para ahli data, baik mengenai teori-teori maupun pengalaman kerja di industri data.

"Modul UMKM sangat berkesan bagi saya. Di sini saya bisa membangun networking dengan rekan-rekan lainnya," cetus Adi.

Adi memaparkan butuh keseriusan dan pemikiran analisa yang tajam untuk mempelajari data science. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi Adi memandang siapa pun bisa lebih mudah belajar data science. Berdasarkan pengalamannya, sejumlah pengetahuan bisa diperoleh dari berbagai platform di internet.

Adi menekankan, seorang data scientist tidak boleh takut gagal. Sebab, sering kali harus melewati trial and error untuk mendapatkan formulasi terbaik.

"Jangan takut gagal, karena dengan kegagalan kita bisa belajar untuk improve lebih baik lagi," tegas Adi.

Setelah mengikuti pelatihan DTYS Pro, Adi berkeinginan untuk bisa membuat data satelit Indonesia menjadi lebih terorganisir.

"Dengan mempelajari data science, saya ingin membuat data-data satelit Indonesia lebih terstruktur dan mudah dibaca seperti milik NASA. Berdasarkan realtime dan terupdate serta sistem keamanan yang lebih baik," jelasnya.

Di era revolusi industri, profesi data scientist kian menjanjikan. Program DTS hasil kolaborasi DQLab dengan Kominfo membantu memberikan pembelajaran data science secara bertahap, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjut.

Peserta akan mendapatkan sejumlah modul yang perlu diselesaikan, dibantu dengan Live Code Editor, salah satu fitur unggulan DQLab. Fitur ini akan mengarahkan peserta untuk bisa menyelesaikan modul sehingga dapat mempelajari dan memahami data science secara mandiri.

(ncm/ega)