Program Beasiswa DQLab-Kominfo Bantu Pria Ini Jadi Business Analyst

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 21:33 WIB
DTS
Foto: Kemnkominfo
Jakarta -

Meski dirundung situasi pandemi, Dana Febri Setiawan tak berputus asa untuk mengejar asa. Dengan kerja kerasnya, ia mampu menapaki jenjang karir yang diimpikan.

Di tengah keterbatasan akibat pandemi, semangat Dana untuk meningkatkan kompetensi data sciencenya tak surut. Ia mengikuti program Digital Talent Scholarship (DTS) Kominfo Batch 1 yang menurutnya membuat ia siap berkarir dan berprofesi sebagai praktisi data.

Dengan mempelajari banyak bahasa pemrograman selama program DTS berlangsung, Dana semakin yakin untuk berkarir sebagai business analyst. Kini Dana diterima bekerja sebagai business analyst di salah satu bank swasta.

"Mengikuti program beasiswa DTS Kominfo Batch 1 sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia industri revolusi 4.0," kata Dana dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Dalam menjalankan perannya sebagai business analyst di bank, Dana bertanggung jawab mengolah data dan membuat dashboard untuk memantau bisnis perusahaan. Pekerjaan tersebut menuntut ketelitian tinggi, sebab Dana harus mengolah jutaan data customer.

"Dengan adanya jutaan data, tentunya saya diharuskan untuk melakukan filtering dan berkomunikasi dengan team terkait dengan kebutuhannya," beber Dana.

Dana fokus mempelajari R fundamental, SQL Fundamental, statistics, dan data visualisasi saat mengikuti program Data Scientist di DTS Pro. Menurut Dana, tantangan dan project seperti data science marketing-customer segmentation dan project machine learning saat mengikuti pelatihan menjadi modal penting bagi portofolionya.

"Mengikuti program DTS ini menjadi nilai plus terhadap user saya, dan menjadi salah satu parameter terkait kompetensi saya di bidang data," ungkap Dana.

Dana menjabarkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk berkarir sebagai business analyst. Pertama, bangun pemahaman bisnis terlebih dulu untuk memudahkan kamu dalam mengolah data dengan baik. Sebab, dengan memahami bisnis seorang business analyst dapat memberikan keputusan yang tepat untuk tim bisnis.

Selain itu, lanjut Dana, penting juga bagi business analyst untuk memahami dan menguasai SQL, serta visualisasi data. Berikutnya, skill komunikasi perlu terus dilatih karena komunikasi adalah salah satu kunci dalam bekerja.

"Jangan mudah menyerah, terus haus akan ilmu dan giat belajar!" seru Dana.

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung tumbuh kembangnya sumber daya manusia di Indonesia, DQLab bekerja sama dengan Kominfo menghadirkan Professional Academy Digital Talent Scholarship (DTS) sebagai program beasiswa bagi para calon praktisi data. Program beasiswa ini memberikan pembelajaran data science secara intensif melalui modul pembelajaran yang akan diberikan secara online dan gratis, dan siap mengikuti jejak.

Para peserta beasiswa dapat menentukan jadwal pembelajaran secara mandiri. Keuntungan dari mengikuti program beasiswa ini adalah para peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bekal untuk melanjutkan karir di industri data. Nantinya, para peserta juga berkesempatan untuk melebarkan networking dengan senior praktisi data, yang membantu jenjang karir di bidang data scientist.

(ncm/ega)