KPK Ambil Sampel Suara Yoory Corneles di Kasus Pengadaan Lahan DKI

Azhar Bagas - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 21:00 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC) terkait kasus dugaan pengadaan lahan di Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. KPK mengambil sampel suara Yoory untuk kepentingan penyidikan dalam kasus ini.

"Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik di antaranya melakukan pengambilan sampel suara tersangka YRC," kata Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding, kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Ipi mengatakan Yoory diperiksa sebagai saksi Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), yang juga merupakan tersangka dalam kasus ini. Yoory diperiksa hari ini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Salah satu tersangka tersebut adalah mantan Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan. Akhir-akhir ini, KPK juga menetapkan Direktur PT ABAM (Aldira Berkah Abadi Makmur) Rudy Hartono Iskandar sebagai tersangka.

Tersangka selanjutnya adalah Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene. Lalu, ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Mereka diduga melakukan korupsi pengadaan tanah di Pondok Rangon, Jakarta Timur, tahun anggaran 2019. Kasus dugaan korupsi ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 152,5 miliar.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI itu muncul ke permukaan setelah adanya dokumen resmi KPK yang mencantumkan sejumlah nama tersangka. Belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonaktifkan Yoory dari jabatannya itu.

Simak juga video 'Pakar Hukum Dorong Peran Masyarakat Usai KPK 'Sekarat'':

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)