Meski RUU PA Molor, Pansus Tolak Tekanan Pihak Lain
Kamis, 23 Mar 2006 21:52 WIB
Jakarta - Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh (RUU PA) mundur dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Dalam menyelesaikan RUU ini, Pansus RUU PA pun menolak adanya tekanan pihak lain dalam penyusunannya.Sebelumnya sejumlah pihak menduga pihak mantan GAM akan mempersoalkan keterlambatan penyusunan RUU ini dari jadwal yang disepakati dalam MoUHelsinki, yaitu tanggal 31 Maret 2006."UU PA bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, tapi untuk masyarakatAceh dan bangsa Indonesia. Kita tidak bisa didikte oleh siapapun demikepentingan kelompok tertentu," kata Ketua Pansus RUU PA Ferry MursyidanBaldan, di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (23/3/2006).Meski ada kemunduran penyelesaian pembahasan, Ferry menyatakan haltersebut demi tercapainya kesempurnaan dalam RUU ini. "Yang kita inginkankedalaman materi dan akomodasi terhadap semua pihak," tukas politikusPartai Golkar ini.Anggota pansus lain dari Fraksi Partai Golkar, Tengku Nurlif berharap RUUini dapat diselesaikan pada masa awal persidangan bulan Mei mendatang. Pansus pun akan tetap membahas RUU ini dalam masa reses yang akan berlangsung sejak Jumat 24 Maret 2006. "Setelah reses harapannya segera diparipurnakan," tandas Nurlif.Saat ini fraksi-fraksi yang ada di DPR tengah menyusun daftar inventarisasi masalah (DIM). Pembahasan selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 7 April 2006 untuk mengkompilasi DIM dari fraksi-fraksi.Sementara anggota Pansus dari FPKB Syaifullah Ma'shum meminta pemerintahmenyampaikan kemunduran jadwal pembahasan RUU tersebut kepada publik."Pernyataan politik harus disampaikan pemerintah bahwa kesepakatan jadwaltidak bisa terpenuhi," kata Syaifullah.GAM Minta Kesepakatan BaruMenanggapi kemoloran penyusunan tersebut, mantan Panglima GAM Tengku Kamaruzzaman menyatakan tidak akan mempersoalkan hal tersebut. Namun, Kamaruzzaman meminta pemerintah melakukan komitmen baru dengan GAM dan Aceh Monitoring Mission (AMM)"Komitmennya biasa saja, seperti Wapres Jusuf Kalla bertemu dengan MalikMahmud atau diselesaikan dengan AMM," pinta Kamaruzzaman usai Seminartentang RUU PA yang diselenggarakan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi danPemuda Bulan Bintang, di Gedung DPR/MPR.
(ahm/)











































