Dalih Pemotor Ngaku Marinir Usai Tabrak Bocah di Jaksel: Takut Dikeroyok

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 18:47 WIB
boys foot in cast, teddy bears foot bandaged
Ilustrasi kecelakaan (Getty Images)
Jakarta -

Seorang pria berinisial B mengaku-aku sebagai anggota marinir setelah menabrak bocah 9 tahun di Jakarta Selatan. Pihak satuan marinir pun telah melakukan penelusuran terkait kabar viral tersebut.

Kadispen Marinir TNI Angkatan Laut Kolonel Marinir Gugun Saeful Rachman mengatakan pihaknya telah menemui pelaku di rumahnya. Kepada petugas, pelaku mengaku sebagai anggota marinir agar tidak dihakimi massa setelah menabrak korban.

"Jadi ini kan ada stiker marinir di pelat nomornya dia dan mengaku dapat dari pembelian online. Jadi karena terdesak dan dia ada stiker marinir, dia takut dikeroyok akhirnya dia ngaku marinir agar tidak dikeroyok," kata Gugun saat dihubungi detikcom, Jumat (16/7/2021).

Peristiwa pelaku menabrak bocah berusia 9 tahun ini terjadi di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/7) siang. Pelaku mengaku tidak sengaja menabrak korban.

Karena merasa tidak sengaja, pelaku awalnya enggan untuk tanggung jawab. Warga yang datang menuju lokasi kemudian mendesak pelaku untuk tanggung jawab.

Karena takut, B kemudian menyebut dirinya sebagai anggota marinir. Warga yang berada di lokasi tidak percaya begitu saja dan menahan pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Salah satu warga yang merekam video menghubungi keluarganya yang merupakan marinir juga. Nah, tidak lama, ada seorang pembantu Letnan Dua Marinir purnawirawan Sulaeman turun ke lokasi untuk cek identitas pelaku. Akhirnya terungkap pelaku bukan merupakan marinir," terang Gugun.

Pelaku Minta Maaf

Gugun menyampaikan B mengakui kesalahannya karena mengaku-aku sebagai anggota marinir. Ia kemudian meminta maaf karena telah mencoreng korps marinir.

"Jadi kita juga intinya memberikan wejangan jangan lagi mengaku sebagai anggota dengan tindakan dia nabrak kan itu bisa mencoreng korps marinir. Jadi secara kekeluargaan kita sudah selesai dan B juga sudah menyampaikan permohonan maaf," katanya.

Selain itu, insiden kecelakaan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. B mengaku siap mengobati korban hingga sembuh.

"Pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya dan membantu pengobatan korban sampai sembuh dengan adanya surat perjanjian," ujar Gugun.

(ygs/mea)