2 Pekan PPKM Darurat, Polda Bali Takedown 245 Akun Medsos Sebar Hoax COVID

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 13:22 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Denpasar -

Polda Bali melakukan take down terhadap 245 akun media sosial (medsos) yang menyebarkan berita bohong (hoax) terkait COVID-19. Patroli siber Polda Bali itu dilakukan selama 2 pekan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai sejak 3 Juli lalu.

"Adapun (245 akun medsos) yang kita take down adalah berita berita hoax dan yang provokatif ujaran kebencian," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Bali Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (16/7/2021).

Dalam sehari, Polda Bali bisa melakukan take down 15 akun.

Meski telah melakukan take down, Djuhandhani mengatakan pada situasi sekarang ini pihaknya mengedepankan penindakan serta penegakan hukum secara humanis dan profesional tanpa mengesampingkan ketegasan. Karena itu, pihaknya berupaya melakukan pembinaan terhadap akun tersebut.

"Kalau tidak mengulangi, kita lakukan pembinaan dan akun tersebut kami pantau. Tetapi kalau tetap ngeyel dan terus melakukan provokasi dan menyebar berita hoax akan kita lakukan penegakan hukum," terangnya.

Menurut Djuhandhani, penegakan hukum adalah upaya terakhir dalam penerapan protokol kesehatan. Sebab, tujuan utama dari penegakan hukum dalam situasi darurat ini adalah untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus Corona.

"Memang kita ketahui bersama akhir-akhir ini angka kenaikan positif terus naik. Kalau tidak dilakukan pembatasan mobilitas, tentu akan sampai kapan kondisi semacam ini akan berakhir," kata dia.

Oleh karena itu, Djuhandhani mengimbau dan memohon kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya untuk tetap menaati protokol kesehatan. Jika perlu, masyarakat tidak perlu keluar dan tetap tinggal di rumah agar pandemi COVID-19 cepat teratasi.

"Pemerintah dengan seluruh aparatnya tidak akan bisa berhasil tanpa dukungan seluruh masyarakat," tegas Djuhandhani.

Sebelumnya, Polda Bali tengah melakukan pengawasan terhadap puluhan akun media sosial (medsos). Akun medsos tersebut diawasi lantaran melakukan provokasi terhadap pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

"Kemudian upaya-upaya lain dari satgas hukum adalah melaksanakannya upaya penyelidikan dan melaksanakan upaya take down terhadap semua yang memprovokasi melalui medsos," kata Djuhandhani di Polda Bali, Selasa (6/7).

Djuhandhani menegaskan pihaknya tidak akan segan melaksanakan penegakan hukum manakala ada orang yang melakukan provokasi lewat medsos terhadap PPKM darurat. Ia mengaku tidak peduli terhadap siapa pun, baik itu tokoh masyarakat ataupun tokoh berbagai perwakilan. Terlebih situasi saat ini sudah mengkhawatirkan

"Kita sadari semua bahwa ini adalah PPKM darurat. Situasi Jawa dan Bali sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, apa yang dilaksanakan hanya satu, menjaga keselamatan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Apa pun terus terang akan saya tabrak, kalau memang melanggar hal ini," tegas Djuhandhani.

Lihat juga video 'Satgas: PPKM Darurat Mulai Ada Hasil, Tapi Tak Cukup Turunkan Angka Kasus':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)