147 Korban SUTET Ancam Akan Mogok Makan dan Jahit Mulut

147 Korban SUTET Ancam Akan Mogok Makan dan Jahit Mulut

- detikNews
Kamis, 23 Mar 2006 18:02 WIB
Jakarta - Solidaritas Advokasi Korban Sutet Indonesia (Saksi) mengancam akan terus melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut. Ditargetkan jika pemerintah tidak segera memberikan tangapan, korban sutet yang akan mogok makan dan jahit mulut bertambah sebanyak 147 orang.Demikian disampaikan oleh Koordinator Saksi Mustar Bona Ventura kepada detikcom, Kamis (23/3/2006).Menurut Bona Ventura, sampai saat ini pemerintah tidak serius menanggap aksi yang dilakukan oleh para korban sambungan umum tegangan ekstra tinggi (SUTET). Untuk itu, pihaknya selain mengancam akan menambah jumlah peserta aksi mogok makan dan jahit mulut, juga akan meningkatkan eskalasi aksi baik dalam bentuk kualitas maupun kuantitas.Aksi tidak hanya dalam skala aksi lokal tetapi akan melebar ke beberapa elemen-elemen masyarakat seperti kampus-kampus."Selama 10 tahun para korban sutet memperjuangkan keadilan ini. Namun masih saja pemerintah bungkam. Suatu hari pemerintah akan menyadari jika kasus ini didiamkan maka akan terjadi bom waktu sendiri buat pemerintah," ujar Mustar.Menurut Mustar Bona Ventura pemerintah selama ini hanya memberikan janji. Padahal para korban sutet telah berusaha melakukan pertemuan mulai dari lurah, camat bahkan anggota DPR serta upaya hukum telah dilakukan. Pemerintah hanya berjanji dan berupaya menyelesaikannya dengan mempertemukan pihak-pihak korban dengan PLN. Namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya. "Kalaupun akan ada dialog komunikasi lagi dengan pemerintah, maka itu mutlak sebagai pemenuhan tuntutan atas ganti rugi dan relokasi masyarakat," tandasnya.Sampai saat ini 3 orang di Posko Saksi masih melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut. Sebelumnya, 25 orang sudah melakukan aksi sama, namun satu persatu bertumbangan. (jon/)


Berita Terkait