Luhut Minta Pengamat-Politisi Kompak, PD Sindir Internal Pemerintah

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 06:29 WIB
Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Foto: Herzaky Mahendra Putra (Dok: Istimewa)
Jakarta -

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengajak semua pihak kompak dalam menghadapi krisis pandemi Corona. Partai Demokrat (PD) balik mempertanyakan kekompakan internal pemerintah dalam menyelamatkan nyawa rakyat saat Corona tengah menggila.

"Pemerintah minta rakyat kompak, tapi pemerintah sendiri di internalnya kompak apa tidak? Apa benar semua sudah bekerja sama dalam satu komando, fokus pada penyelamatan nyawa rakyat?," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

"Tidak ada yang berusaha mencari keuntungan di tengah pandemi, seperti mau dapat cuan dari vaksin dengan menjualnya? Tidak ada yang sibuk minta anggaran besar untuk bangun ini itu, atau selamatkan usaha rekanan yang merugi, padahal seharusnya semua anggaran fokus ke penyelamatan nyawa?," tambahnya.

Herzaky menyebut sebaiknya pemerintah introspeksi diri sebelum mengajak dan mengesankan rakyat tidak kompak. Sebab, kata dia, Indonesia mengalami situasi darurat Covid-19 seperti sekarang karena kesalahan pemerintahan.

"(Pemerintah) Menganggap remeh ledakan Covid-19 di India sejak April lalu. Sudah diingatkan berulang kali oleh para pakar epidemiologi sejak Mei untuk antisipasi karena besar potensinya untuk terjadi di Indonesia, tapi pemerintah antara tidak mau, tidak tahu, atau ragu untuk bertindak. Penerbangan dari luar tidak juga distop, padahal sumber Covid-19 varian baru ini dari luar negeri semua," ucapnya.

Dia menilai pemerintah tidak antisipatif dan tidak siap dengan penanganan pandemi saat ini. Menurutnya, kini rakyat yang mengingatkan malah dianggap tidak kompak.

"Rakyat sudah benar untuk terus-menerus mengingatkan, ketika pemerintahnya keras kepala. Karena nyawa yang hilang akibat Covid-19 itu milik vapak, ibu, adik, kakak, kerabat dekat, ataupun sahabat rakyat," ucapnya.

Menurut Herzaky, kini rakyat sudah lelah karena kehilangan keluarga atau sahabat dekatnya akibat Covid-19. Tapi, kata dia, pemerintah bisanya hanya marah-marah, menantang, menuduh rakyatnya, tanpa ada satupun kata maaf keluar.

"Dukungan luar biasa sudah diberikan rakyat, termasuk oleh kami, Partai Demokrat, kepada pemerintah, termasuk di tataran kebijakan dan anggaran dengan UU No.2 Tahun 2020. Rakyat di seluruh Indonesia, termasuk kader-kader Partai Demokrat, sudah banyak bergerak membantu sesamanya sejak pandemi ini melanda Indonesia. Tidak perlu lagi diajak solider atau kompak," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Simak Video: Luhut soal Corona: Sebelumnya Sebut Terkendali, Sekarang Tidak

[Gambas:Video 20detik]