Bikin Resah Warga, Anak Punk di Tanjungbalai Dirazia-Dicukur Botak

Perdana Ramadhan - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 19:04 WIB
Belasan anak punk terjaring razia di Tanjungbalai. Beberapa anak punk yang diamankan langsung disanksi berupa cukur rambut hingga botak (dok Istimewa)
Belasan anak punk terjaring razia di Tanjungbalai. Beberapa di antara mereka langsung diberi sanksi berupa cukur rambut hingga botak. (Dok. Istimewa)
Tanjungbalai -

Belasan anak punk terjaring razia yang dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Pemko Tanjungbalai. Beberapa anak punk yang ditangkap itu langsung diberi sanksi berupa cukur rambut hingga botak.

Para anak punk ini mayoritas berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa. Saat diamankan mereka tengah beristirahat di salah satu bangunan terbengkalai di Jalan Sutomo, Tanjungbalai, Kamis (15/7/2021).

"Yang terjaring razia ada 12 orang. Dua orang di antaranya perempuan. Kita sanksi pangkas botak rambut bagi laki-laki," kata Plt Kasat Pol PP Tanjungbalai, Indra.

Meski sempat protes dan tak terima rambutnya dipangkas botak, para anak punk ini akhirnya menerima sanksi yang diberikan. Sebab, beberapa kali sudah mendapatkan peringatan.

Beberapa anak punk yang terjaring razia berasal dari Tanjungbalai itu langsung diserahkan ke keluarganya melalui lurah setempat. Mereka akan diberi pembinaan dan diminta menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Meresahkan Warga

Sebagian lagi dari mereka yang diamankan ini berasal dari luar daerah. Mereka kerap berpindah tempat dan umumnya sudah berbulan-bulan berada di Kota Tanjungbalai. Kelompok ini hidup menggelandang dengan mengamen dan menjadikan sebuah gedung terbengkalai sebagai tempat tinggalnya.

"Penertiban ini merupakan hasil rapat Forkopimda Tanjungbalai tanggal 13 kemarin. Banyak laporan warga mereka sudah meresahkan masyarakat dan jumlahnya semakin banyak, terus bertambah," kata Indra.

Kemudian, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Medan. Anak punk tersebut lalu diantar ke sana untuk mendapat pembinaan lebih lanjut sebelum akhirnya dipulangkan ke kota asalnya.

Lihat juga video 'Razia PPKM Darurat di Surabaya Ricuh! Warga Usir Petugas':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)