Kasus Investasi Bodong Rp 164 M Yalsa Boutique Segera Disidang

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 18:32 WIB
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy (Agus Setyadi/detikcom)
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Polda Aceh melimpahkan berkas kasus dugaan investasi bodong bisnis pakaian muslim yang dilakukan Yalsa Boutique ke Kejari Banda Aceh. Kedua tersangka pasangan suami istri (pasutri) S (30) dan SHA (31) segera dibawa ke meja hijau.

"Sudah tahap 2. Hari ini penyerahan tersangka dan barang bukti untuk proses peradilan," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi, Kamis (15/7/2021).

Barang bukti yang diserahkan di antaranya satu mobil Toyota Alphard, satu mobil Mitsubishi Pajero Sport, satu mobil Honda Civic Turbo, dan satu mobil Toyota Fortuner.

Kasi Penkum Kejati Aceh Munawal Hadi mengatakan usai diserahkan penyidik Polda Aceh, tersangka dibawa ke ruang tindak pidana umum untuk dilakukan pemeriksaan. Berkas barang bukti dicek kembali oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Aceh.

"Untuk tersangkanya yang pria ditahan di Rutan Kajhu dan perempuan di rutan Lhoknga," jelas Munawal dalam keterangan terpisah.

Menurutnya, dalam kasus tersebut, pasangan suami-istri itu diduga menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan/investasi tanpa izin usaha dari Bank Indonesia. Modusnya, mereka menggunakan nama CV Yalsa Boutique yang bergerak dalam bidang jual beli busana muslimah.

"Tersangka melanggar Pasal 46 ayat 1 (satu) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan juncto Pasal 372 juncto Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 (satu) ke-1 KUHP dan Pasal 2 ayat 1 (satu) huruf g Pasal 3 dan Pasal 5 ayat 1 (satu) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Aceh menetapkan owner Yalsa Boutique berinisial S (30) dan SHA (31) sebagai tersangka dugaan investasi bodong. Pasutri itu diduga mengumpulkan dana investasi mencapai Rp 164 miliar dari 17.800 member.

"Keduanya telah kita tahan karena sudah ada lebih dua alat bukti dan saksi terhadap dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh kedua tersangka," kata Kasubdit 2 Perbankan Ditreskrimsus Polda Aceh AKBP Erwan kepada wartawan, Senin (22/3).

Erwan menjelaskan, Yalsa Boutique mulai menghimpun dana masyarakat sejak Desember 2019 hingga Februari 2021. Mereka tidak mengantongi izin dari OJK.

"Yalsa Botique merupakan investasi yang diduga bodong dan sudah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau investasi hingga mencapai Rp 164 miliar dari 202 reseller dan sekitar 17.800 member," ujarnya.

Simak video 'Big Boss Paket Kurban Bodong Cianjur Divonis Ganti Rugi Rp 49 M':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/jbr)