Cek Stok Hewan Kurban di Bogor, Mentan: Harga Terkendali, Kondisi Cukup

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 17:06 WIB
Kementan
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Wali Kota Bogor mengunjungi depo 1.000 sapi kurban di Jalan Soleh Iskandar, Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat. Kunjungan ini ia lakukan guna memantau pergerakan jual-beli hewan serta memastikan kesehatan dan ketersediaannya dalam memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha 2021.

"Saya bersama Pak Wali (Bima Arya) ngecek persiapan menghadapi Idul kurban. Dan Insyaallah semua bisa berjalan dengan baik karena sampai hari ini harga di lapangan dalam kendali. Kurang lebih seperti apa yang ada masih dalam kondisi yang cukup," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Kamis (15/7/2021).

Syahrul mengatakan kesehatan hewan adalah bagian penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan manusia. Ia menambahkan tidak boleh ada kandungan lain selain unsur protein dan unsur kesehatan lainnya yang dapat memperkuat imun tubuh, terlebih di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

"Saya berharap kebutuhan protein hewani bisa dipenuhi secara merata untuk meningkatkan daya tahan imun tubuh kita. Ini juga yang menjadi arahan Bapak Presiden (Jokowi) bahwa Hari Raya Idul Adha tahun ini harus berjalan dengan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan," katanya.

Ia pun mengungkap pihaknya sudah melakukan mapping dan perhitungan-perhitungan matang secara nasional terkait jumlah hewan kurban yang ada di masyarakat. Menurutnya, sejauh ini ada sekitar 1,7 juta ekor hewan yang siap dikurbankan.

"Insyaallah semua aman dan momen kurban tahun ini berjalan dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan dukungannya atas upaya Kementan dalam mengatur kebutuhan dan ketersediaan Hari Raya Idul Adha 2021 mendatang. Ia menambahkan dukungan tersebut tertuang dalam bentuk surat edaran yang wajib dipatuhi oleh semua masyarakat Kota Bogor yang akan berkurban.

"Saya kira ada tiga hal yang harus kita pastikan dalam perayaan kurban tahun ini. Pertama adalah mengenai ketersediaan hewan. Kedua mengenai tata cara penyembelihan dan ketiga mengenai kesehatan. Semuanya sudah tertuang dalam bentuk surat edaran," katanya.

Bima mengaku pihaknya akan berkeliling ke tiap-tiap kecamatan untuk memastikan proses tersebut berjalan dengan baik. Ia menilai langkah ini tepat mengingat banyak hewan kurban yang dipotong di luar RPH yang ada.

"Saya sendiri akan berkeliling dan melihat pembagian daging. Namun, tetap dengan Prokes yang ketat," pungkasnya.

(akn/ega)