Terlibat Kecelakaan Mobil, PM Selandia Baru Dikecam
Kamis, 23 Mar 2006 16:22 WIB
Auckland - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Helen Clark mendapat kritikan pedas dari para politikus oposisi. Gara-garanya, pemimpin Selandia Baru itu tidak memberikan keterangan sejujur-jujurnya pada parlemen mengenai insiden kecelakaan mobil di Auckland pada 9 Desember 2005 lalu.Saat itu mobil pemerintah yang membawa Clark terlibat dalam kecelakaan beruntun. Insiden itu melibatkan tiga mobil. Dua mobil pemerintah dan satu mobil pribadi. Sopir mobil pribadi dilaporkan terluka dalam insiden itu.Kejadiannya, mobil yang dinaiki Clark ditabrak dari belakang oleh mobil perlindungan VIP. Mobil Clark kemudian menabrak bagian belakang sebuah mobil pribadi yang mengakibatkan kendaraan itu rusak berat dan sopirnya cedera. Demikian diberitakan New Zealand Herald dan dilansir harian Sydney Morning Herald, Kamis (23/3/2006). PM Clark sendiri tidak terluka dalam kecelakaan itu. Dalam statemen tertulis kepada parlemen, Clark menjelaskan bahwa mobilnya telah ditabrak dari belakang. Tapi dia tidak menyebutkan bahwa yang menabraknya adalah mobil pengawalan. Clark juga tidak menyinggung soal adanya mobil pribadi ikut tertabrak.Deputi PM Michael Cullen mengonfirmasi kecelakaan itu melibatkan 3 mobil. Namun dia membela Clark dengan mengatakan bahwa merupakan tindakan standar untuk tidak menyebutkan mobil Skuad Perlindungan Diplomatik (DPS).Menurut Cullen, mobil pribadi itu telah menyebabkan kecelakaan dengan berhenti secara tiba-tiba. "Kenapa itu terjadi, saya tidak tahu," ujar Cullen kepada parlemen. "Mobil DPS tidak bisa berhenti pada waktunya dan menghantam bagian belakang mobil PM," jelasnya. "Para penumpang mobil yang berada di depan mobil PM diperiksa kalau-kalau ada yang terluka. Tapi tak ada yang terluka," imbuhnya.Sebelumnya, PM Clark juga dikecam sehubungan dengan vonis bersalah terhadap dua perwira polisi yang mengawal Clark dalam iring-iringan mobil dengan kecepatan tinggi pada 2004 lalu. Polisi tersebut ngebut dengan kecepatan lebih dari 150 kilometer per jam karena Clark mengejar penerbangan untuk pergi menonton pertandingan rugby.Clark dikecam habis-habisan karena membiarkan kedua perwira itu menanggung sendiri kesalahan mereka. Keduanya dinyatakan telah mengendarai dengan berbahaya dan dikenai sanksi.
(ita/)











































