Jokowi: Paket Obat untuk Warga Isoman Tak Diperjualbelikan, Awasi Ketat!

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 10:36 WIB
Jakarta -

Mulai hari ini, pemerintah akan membagikan paket obat gratis kepada warga positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan paket obat itu tidak diperjualbelikan.

"Paket obat isolasi mandiri ini tidak diperjualbelikan," kata Jokowi dalam Peluncuran Paket Obat Isoman Gratis untuk Rakyat, yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Kamis (15/7/2021).

Jokowi menjelaskan pasokan obat gratis untuk warga yang isolasi mandiri ini disiapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Sementara itu, pendistribusiannya akan dikoordinasikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Pasokannya disiapkan oleh Menteri BUMN yang diproduksi oleh BUMN farmasi dan kemudian pendistribusiannya ini nanti akan dikoordinasikan oleh Panglima TNI, yang nanti juga akan berkoordinasi dengan pemda sampai pemerintah desa maupun melibatkan puskesmas, Babinsa, dan pengurus RT-RW," tutur Jokowi.

Jokowi pun meminta pembagian obat gratis ini diawasi ketat. Dia berharap program ini akan membantu pengobatan warga positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Saya meminta agar dilakukan pengawasan yang ketat di lapangan agar program ini betul-betul bisa maksimal mengurangi risiko karena COVID dan membantu pengobatan warga yang menderita COVID-19 dan saya minta juga agar program ini tidak mengganggu ketersediaan obat esensial terapi COVID-19 di apotek maupun di rumah sakit," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah resmi meluncurkan pembagian obat gratis untuk warga positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri. Ada 300 ribu paket obat yang akan dibagikan di wilayah berisiko di Jawa dan Bali.

Selain itu, ada tiga paket obat yang dibagikan. Paket 1 untuk warga tanpa gejala (OTG), paket 2 untuk warga dengan gejala demam dan hilang penciuman, dan paket 3 untuk warga dengan gejala demam dan batuk kering.

"Ada tiga jenis paket obat isolasi mandiri yang akan kita bagikan masing-masing untuk tujuh hari. Paket 1 paket 1 ini berisi vitamin-vitamin untuk warga dengan PCR positif tanpa gejala atau OTG. Paket 2 kemudian paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman. Untuk paket ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter terutama nanti daftar puskesmas. Kemudian yang paket 3 disertai berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering akan ini juga membutuhkan konsultasi dan resep dari dokter," jelas Jokowi.

(mae/bar)