Pemerintah Jepang Tambah Penerbangan untuk Pulangkan Warganya dari RI

ADVERTISEMENT

Pemerintah Jepang Tambah Penerbangan untuk Pulangkan Warganya dari RI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 10:31 WIB
FILE PHOTO: A Japanese flag flutters atop the Bank of Japan building in Tokyo, Japan, September 21, 2016.
Ilustrasi bendera Jepang (REUTERS/Toru Hanai/File Photo)
Jakarta -

Warga Jepang ramai-ramai meninggalkan Indonesia di tengah lonjakan jumlah kasus Corona untuk menjalani vaksinasi di negeri asalnya. Kedubes Jepang di Jakarta sedang mengupayakan penerbangan tambahan untuk memulangkan warganya.

"Pemerintah Jepang bersama pihak swasta Jepang akan mengambil tindakan untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkan penerbangan yang dialami warga Jepang di Indonesia dan sedapat mungkin melindungi keinginan warganya yang ingin kembali ke Jepang dalam waktu dekat," demikian keterangan Kedubes Jepang di Jakarta kepada detikcom, Kamis (15/7/2021).

Kedubes Jepang menjelaskan pihaknya sudah mengupayakan penambahan armada penerbangan di luar jadwal reguler Bandara Soekarno-Hatta.

"Saat ini dua maskapai penerbangan Jepang sedang mengupayakan penerbangan tambahan di luar jadwal reguler dari Bandara Soekarno-Hatta ke Narita Airport. Kantor Kedutaan Besar Jepang di Indonesia akan memberikan dukungan yang diperlukan untuk upaya ini," lanjut keterangan tersebut.

Untuk saat ini jadwal penerbangan tersebut belum dapat ditentukan. Namun pihak Kedubes Jepang sedang mengadakan survei untuk warganya yang ingin pulang.

"Walau jadwal untuk penerbangan tambahan ini belum dapat ditentukan, saat ini kantor kami sedang mengadakan survei untuk mengetahui jumlah warga negara Jepang yang ingin pulang agar dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada kedua maskapai serta mempersiapkan kedatangan mereka di Jepang," tuturnya.

Sebelumnya, Kedubes Jepang di Indonesia mengkonfirmasi adanya penerbangan khusus yang mengangkut warga Jepang dari Indonesia. Penerbangan itu disebut inisiatif dari perusahaan swasta.

"Penerbangan yang dilakukan tadi pagi terlaksana atas inisiatif dari perusahaan swasta Jepang, dan bukan usaha evakuasi maupun repatriasi dari pemerintah Jepang," demikian keterangan Kedubes Jepang di Jakarta seperti dilansir Antara, Rabu (14/7).

Kedubes menjelaskan Jepang juga masih melakukan pembatasan masuk bagi orang-orang dari luar negeri. Bukan hanya Indonesia, pembatasan juga diberlakukan negara lain.

Simak Video: Olimpiade Tokyo Akan Dibuka saat Jepang Masih Darurat Covid-19

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT