Menaker Serahkan Santunan Kematian ke Ahli Waris Peneliti Vaksin Sinovac

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 19:26 WIB
Menaker Ida Fauziyah mengunjungi Bio Farma di Bandung dan menyerahkan Jaminan Kematian (JKM) untuk Ketua Uji Klinis Vaksin Sinovac Novilia Sjafri Bachtiar.
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengunjungi PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, ia menyerahkan Jaminan Kematian (JKM) untuk Ketua Uji Klinis Vaksin Sinovac Novilia Sjafri Bachtiar.

"Mengingat keahlian dan keterampilan yang almarhumah miliki, ini merupakan kehilangan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bagi PT Bio Farma (Persero)," ungkap Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Bagi ahli waris Novilia Sjafri Bachtiar, pemerintah memberikan Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 105.263.506, JKM Rp 42.000.000, Jaminan Pensiun Berkala minimal Rp 356.600/bulan, estimasi beasiswa anak kedua usia kuliah Rp 12.000.000, dan anak ketiga usia kuliah Rp 12.000.000.

Ida juga menyerahkan JHT untuk ahli waris karyawan Bio Farma lainnya, Dede Wahyu sebesar Rp 78.676.062, JKM Rp 42.000.00, Jaminan Pensiun Berkala minimal Rp 356.600/bulan, estimasi beasiswa anak pertama usia kuliah Rp 12.000.000, dan anak kedua usia SD Rp 1.500.000.

Ida pun mengapresiasi Bio Farma yang berkontribusi memastikan ketersediaan vaksin untuk masyarakat Indonesia. Ida menyebut keberadaan vaksin berarti penting untuk membangkitkan dunia usaha dan industri. Oleh sebab itu, pemerintah mendukung percepatan pelaksanaan program vaksinasi gotong royong untuk mendukung keberlangsungan dunia usaha dan industri.

"Percepatan program vaksin gotong royong sangat diharapkan. Ini dikarenakan, masih banyak perusahaan yang menunggu alokasi vaksin gotong royong tersebut agar segera dapat diberikan kepada karyawan dan keluarga mereka," kata Ida.

Ida mengatakan setelah pekerja divaksinasi, diharapkan produktivitas mereka dapat ditingkatkan untuk mendukung kegiatan usaha dan industri. Hal itu akan membantu pemulihan ekonomi nasional.

"Kami harapkan, para pekerja baik di lingkungan industri, pabrik, maupun perusahaan, akan bisa bekerja lebih produktif serta terhindar penyebaran COVID-19," kata Ida.

Ida berpendapat perlu adanya tambahan alokasi vaksin bagi daerah-daerah yang menjadi konsentrasi industri padat karya. Seperti halnya alokasi 15.000 vaksin di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

(akn/ega)