Surah Abasa, Teguran Allah pada Rasul yang Abai pada Seorang Difabel

Rahma I Harbani - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 08:05 WIB
nuzulul quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Vector Artist and Photographer f
Jakarta -

Surah ke-80 dalam Al Quran adalah surah Abasa yang bermakna bermuka masam. Total ayat dalam surah ini berjumlah 42 ayat.

Sepuluh ayat di antaranya berisi tentang teguran Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang dianggap lalai pada salah seorang sahabat difabel.

Cendikiawan Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Wawasan Al Quran, mengatakan meskipun Nabi Muhammad SAW dimuliakan oleh Allah. Bahkan diberi kemudahan tanpa memohon kepada-Nya, bukan berarti Allah SWT tidak pernah menegur Rasulullah.

Banyak ditemukan teguran-teguran Allah di dalam Al Quran agar akhlak Rasulullah sebagai manusia pilihan tetap terjaga, salah satunya dalam surat Abasa ini.

Sebab turunnya surah Abasa ini diceritakan oleh Imam Tarmidzi dan al-Hakim yang meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta matanya. Suatu hari, Ibnu Ummi Maktum datang kepada Rasulullah seraya berkata:

'Wahai Rasulullah, berilah saya nasihat,'

Bertepatan dengan itu, Rasulullah tengah berbincang dengan seorang pembesar kaum musyrik yang saat itu beliau sedang menjelaskan Islam pada mereka. Sebab beliau sangat berharap mereka mau masuk Islam.

Lalu Rasulullah mengabaikan permintaan sahabat tersebut. Sebaliknya, Beliau melanjutkan perbincangannya dengan pembesar musyrik atau Quraisy itu. Beliau lalu berkata kepada pembesar Quraisy tersebut:

'Apakah ada yang salah dari seruan saya?'

Orang itu menjawab, 'Tidak.' Lalu, tak lama berselang, turunlah ayat 1 dan 2 dari surah Abasa."

Senada dengan itu, Quraisy Shihab juga menyebutkan dalam bukunya, pada surah Abasa ayat 1 dan 2 menceritakan tentang Rasulullah SAW yang tidak mau melayani seorang difabel, yaitu tuna netra. Saat itu, orang tuna netra tersebut datang meminta untuk belajar Al Quran kepada Rasulullah yang tengah berbicara dengan tokoh-tokoh kaum musyrik di Mekah.

Rasulullah sangat berharap agar mereka masuk Islam agar kaum Muslim tidak disiksa lagi. Para tokoh itu di antaranya adalah Al Walid bin Mughirah, ayah Khalid.

Namun, Rasulullah berpaling dan sekadar bermuka masam ketika seseorang mengganggu konsentrasi dan pembicaraan serius pada saat rapat. Hakikatnya, menurut Quraish Shihab, hal ini dapat dinilai sudah sangat baik bila dilakukan oleh manusia biasa.

Namun karena Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan, sikap demikian itu dinilai kurang tepat yang dalam istilah Al Quran disebut zanb atau dosa.

Adapun bacaan surah Abasa ayat 1-11 yang berisi teguran Allah kepada Rasulullah SAW adalah sebagai berikut.

Surah Abasa Ayat 1-11, Latin, Arab, dan Artinya

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

Arab-latin: 'abasa wa tawallā
Artinya: "Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,"

أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

Arab-latin: 'abasa wa tawallā
Artinya: "Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,"

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

Arab-latin: wa mā yudrīka la'allahụ yazzakkā
Artinya: "Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),"

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

Arab-latin: au yażżakkaru fa tanfa'ahuż-żikrā
Artinya: "atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?"

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

Arab-latin: au yażżakkaru fa tanfa'ahuż-żikrā
Artinya: "atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?"

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ

Arab-latin: fa anta lahụ taṣaddā
Artinya: "maka kamu melayaninya."

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

Arab-latin: wa mā 'alaika allā yazzakkā
Artinya: "Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman)."

وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ

Arab-latin: wa ammā man jā`aka yas'ā
Artinya: "Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),"

وَهُوَ يَخْشَىٰ

Arab-latin: wa huwa yakhsyā
Artinya: "sedang ia takut kepada (Allah),"

فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ

Arab-latin: fa anta 'an-hu talahhā
Artinya: "maka kamu mengabaikannya"

كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

Arab-latin: kallā innahā tażkirah
Artinya: "Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,"

Itulah penjelasan singkat mengenai sebab turun surah Abasa. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran di dalamnya ya, sahabat hikmah!

(nwy/nwy)