Kasus Harian Corona Tembus 50 Ribu, RI Jadi Minta Bantuan Luar Negeri?

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 17:40 WIB
Jakarta -

Penambahan kasus harian COVID-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor. Hari ini dilaporkan ada tambahan 54.517 kasus positif COVID-19 di Indonesia. Penambahan kasus harian Corona ini telah melewati angka 40 ribuan yang sempat disebut sebagai salah satu batasan terburuk pandemi COVID-19 di Indonesia.

Koordinator PPKM Darurat, sekaligus Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya mengungkap pemerintah telah menyiapkan skenario apabila tambahan kasus per hari Corona di RI menembus 40 ribu-70 ribu. Pemerintah mengungkap telah menyusun skenario suplai obat, oksigen, dan rumah sakit ketika penambahan kasus Corona memasuki skenario kasus terburuk.

"Sekarang kami sudah buat skenario gimana kalau kasus ini 40 ribu. Jadi kita sudah hitung worst-case scenario, lebih dari 40 ribu. Bagaimana tadi suplai oksigen, bagaimana suplai obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung," kata Koordinator PPKM Darurat sekaligus Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam jumpa pers virtual, Senin (6/7/2021).

Luhut menyebut angka 40 ribu, 50 ribu, 60 ribu, dan 70 ribu kasus sebagai batasan terburuk pandemi COVID-19 di Indonesia. Tidak jelas betul, mana yang menjadi batasan mutlak, apakah 40 ribu atau 70 ribu. Yang jelas, angka-angka itu semakin dekat saja dari kenyataan yang kini bergerak.

"Tapi kalau kasus ini lebih nanti daripada 40 ribu, 50 ribu, kita tentu akan membuat skenario siapa yang akan kita nanti minta tolong dan sudah mulai kita kerucut itu semua. Oksigen sampai hari ini kami hitung sudah dibuat skenario oleh tim itu bisa sampai 5.000, mungkin malah paling jelek kita sudah bikin sampai 60-70 ribu kasus per hari. Tapi kita tidak berharap itu terjadi karena teman-teman polisi, TNI, saya kira sudah melakukan penyekatan yang cukup baik," ujar Luhut.

Lebih lanjut, pemerintah juga tak menutup kemungkinan meminta bantuan internasional apabila kasus harian Corona telah memasuki skenario terburuk. Luhut mengatakan pemerintah telah menjalin komunikasi dengan Singapura dan China terkait penanganan pandemi.

"Kalau ada yang bilang tadi perlu bantuan dari luar kita juga sudah komunikasi dengan Singapura, kita komunikasi juga dengan Tiongkok, dan komunikasi dengan sumber-sumber lain," kata Luhut.

Luhut menyebut pemerintah telah melakukan penanganan COVID secara komprehensif. Metodologi monitoring PPKM darurat juga sudah dilakukan demi melihat efektivitasnya.

"Kita juga sudah menyiapkan metodologi monitoring PPKM darurat melalui indeks mobilitas dan cahaya malam. Kita engage Facebook Mobility dan Google Traffic dan cahaya malam dengan NASA," ujar Luhut.


Kondisi COVID-19 Per 14 Juli

Kasus harian COVID-19 di Indonesia pecah rekor lagi. Hari ini dilaporkan ada tambahan 54.517 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Data perkembangan kasus COVID-19 ini disampaikan melalui Kementerian Kesehatan, Rabu (14/7/2021). Data ini di-update setiap hari dengan cut off pada pukul 12.00 WIB.

Dengan tambahan 54.517 kasus baru, jumlah total kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini menjadi 2.670.046 kasus.

Dari jumlah tersebut, 443.473 merupakan kasus aktif. Artinya, pasien yang berstatus kasus aktif adalah orang yang masih dirawat akibat Corona.

Ada 17.762 orang yang sembuh dari COVID-19 pada hari ini. Dengan demikian, jumlah total orang yang sembuh dari COVID-19 menjadi 2.157.363 juta orang.

Selain itu, ada 991 orang yang meninggal dunia pada hari ini, sehingga total angka kematian COVID-19 di Indonesia menjadi 69.210 orang.

Pemerintah mengimbau warga menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Pemerintah juga telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk menekan laju penyebaran Corona. Warga diminta menaati aturan dalam PPKM darurat agar pandemi virus Corona dapat teratasi.

(yld/imk)