Pemerintah Bahas Kerja Sama Pengembangan Digital dengan Estonia

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 15:37 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Presiden Estonia Kersti Kaljulaid.
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Presiden Estonia Kersti Kaljulaid. Kedua pejabat bertukar pendapat pengembangan digital yang dilakukan kedua negara. Agen tersebut dilakukan Airlangga dalam kunjungan kerjanya ke Singapura.

Airlangga mengatakan Indonesia tengah mengembangkan data digital dan juga investasi. Sehingga kemungkinan untuk kerja sama ekonomi sangat terbuka. Ia juga menuturkan pembahasan dapat dilanjutkan dalam tingkat teknis, mengingat Estonia merupakan salah satu negara yang terdepan dalam kerja sama dan keamanan siber.

Sebelum pandemi, Airlangga mengungkapkan, Pemerintah Indonesia telah menunjukkan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Estonia terkait kerja sama siber, keamanan siber dan e-governance.

Kedua negara juga telah mengadakan pertemuan virtual membahas 'E-Residency Estonia, Gerbang Industri Kreatif dan Ekonomi Digital Indonesia menuju Pasar Uni Eropa' pada 15 April 2021 lalu.

Kerja sama digital antar kedua negara dinilai penting mengingat melihat potensi dan perkembangan teknologi saat ini. Indonesia diketahui sebagai hub ekonomi digital untuk kawasan Asia Tenggara.

Nilai pasar Indonesia saat ini mencapai US$ 271 juta, sekitar setengah dari nilai ekonomi Asia Tenggara yang terdiri dari e-commerce, transportasi dan makanan, travel, media dan layanan keuangan.

"Saat ini, Indonesia juga memiliki enam startup unicorn dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Ini semakin menunjukkan perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangatlah luar biasa, dan potensi serta talenta yang terus bertambah," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Selain itu, Airlangga juga menyampaikan perkembangan kemudahan berinvestasi atau melakukan bisnis di Indonesia setelah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

"UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja memudahkan investasi di Indonesia melalui kemudahan berusaha atau HM.4.6/180/SET.M.EKON.3/07/2021 ease of doing business menjadi lebih transparan, lebih cepat dan lebih mudah," ujarnya.

Adapun, Presiden Estonia Kersti Kaljulaid menyampaikan keinginannya untuk ikut serta dalam pengembangan data digital di Indonesia.

Sebagai informasi, Estonia merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di Kawasan Baltik. Nilai perdagangan antara Indonesia dan Estonia selalu meningkat sejak 2016, dengan surplus selalu berada di pihak Indonesia.

Pada 2020, nilai perdagangan antara kedua negara mencapai US$202,6 juta atau naik 5,56% dibandingkan 2019. Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$161,7 juta di 2020, naik dibandingkan nilai surplus 2019 sebesar US$143 juta.

Untuk periode Januari hingga April 2021, secara year-on-year ekspor Indonesia ke Estonia meningkat 52% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sementara impor dari Estonia turun 50%. Nilai perdagangan antara kedua negara pada periode ini tercatat sebesar US$ 93 Juta.

(prf/ega)