Krakk...Garuda Tujuan Ho Chi Min pun Balik ke Cengkareng
Kamis, 23 Mar 2006 12:33 WIB
Jakarta - Pesawat Garuda Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan GA 868 tujuan Ho Chi Min Vietnam mengalami kerusakaan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.Setelah 20 menit mengudara dengan ketinggian di bawah 2.000 kaki, terdengar bunyi krakk...cukup keras yang didengar oleh seluruh penumpang. Puluhan penumpang panik, apalagi disusul masuknya udara dari samping dan tiba-tiba hawa sangat dingin. "Para penumpang panik, menjerit. Ada juga yang komat-kamit membaca doa. Tapi tidak ada penjelasan sama sekali mengenai kondisi yang ada," kata Hendra, seorang penumpang Garuda yang dihubungi detikcom, Kamis (23/3/2006).Pesawat tersebut menurut rencana berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 08.30 WIB. Namun, dengan alasan bahwa pesawat masih dalam perbaikan teknis, pemberangkatan ditunda sampai pukul 09.25 WIB.Setelah pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, terdengar bunyi krakkk dan penumpang panik. Pesawat ini direncanakan transit di Bandara Changi Singapura. Di dalam pesawat terdapat artis Ahmad Dani (Dewa) dan Maia Ahmad (Ratu). Ada juga Yoyo (Padi) dan istrinya, penyanyi Rosa.Sejumlah penumpang menyayangkan pihak awak pesawat yang tidak memberitahukan apa yang sedang terjadi. Bahkan pramugari hanya ngumpul di bagian belakang dan depan. Demikian juga pilot pesawat tidak memberitahukan apa yang sedang terjadi. "Padahal kami semua panik. Kami sangat takut," katanya.Baru sekitar pukul 10.10 WIB, setelah lama dilanda ketakutan, baru ada penjelasan dari pramugari bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. "Tidak ada penjelasan posisi saat kejadian di atas daerah mana. Termasuk kenapa harus balik ke Cengkareng, tidak mendarat di Palembang atau Lampung," sesal Hendra.Saat mendarat, banyak penumpang shock dan ketakutan mengingat apa yang baru saja mereka alami. Sayangnya pihak Garuda juga tidak memberikan penjelasan apa pun. Sejumlah penumpang membatalkan perjalanannya atau pindah maskapai lain sambil bersungut-sungut.Sayang, sejumlah nomor telepon pejabat Humas Garuda, Pudjobroto dan Singgih, yang dikontak detikcom, tidak ada yang diangkat.
(jon/)











































