DPRD Karanganyar Dukung Demo Buruh Tolak Revisi UU

DPRD Karanganyar Dukung Demo Buruh Tolak Revisi UU

- detikNews
Kamis, 23 Mar 2006 12:16 WIB
Solo - Lebih dari 1.500 buruh industri di Karanganyar menggelar aksi. Mereka menentang keras rencana pemerintah merivisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sikap para buruh ini didukung sepenuhnya oleh pimpinan DPRD setempat yang mengatasnamakan seluruh anggota DPRD.Para buruh menggelar aksinya di halaman Gedung DPRD Karanganyar di Jalan Lawu, Karanganyar, Kamis (23/3/2006). Sebelumnya mereka berkumpul di Alun-alun Kota Karanganyar depan Rumah Dinas Bupati dan melakukan jalan kaki bersama menuju gedung DPRD yang berjarak tidak kurang dari 1,5 km.Di halaman DPRD perwakilan buruh melakukan orasi-orasi tentang penolakan revisi UU Ketenagakerjaan. Revisi itu, menurut mereka, sangat melemahkan posisi buruh di hadapan pengusaha. Mereka juga menilai dengan revisi itu memperlihatkan bahwa sama sekali tidak memperlihatkan komitmen pemerintah terhadap nasib buruh.Sikap para buruh ini rupanya mendapat tanggapan positif dari wakil rakyat setempat. Ketua DPRD Karanganyar, Yuliatmono, langsung naik ke mobil yang diparkir di tengah halaman yang digunakan untuk orasi. Dia didampingi dua Wakil Ketua DPRD, Anwar Abdul Ghani (PKS) dan Sumanto (PDIP).Politisi Partai Golkar ini dengan lantang meneriakkan dukungan penolakan revisi UU Ketenagakerjaan. "Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Karanganyar, saya tegaskan kami mendukung para buruh menolak Revisi UU Ketenagakerjaan," teriak Yuli disambut tepuk tangan antusias para peserta aksi.Yuli juga mengatakan bahwa seluruh anggota DPRD di Karanganyar akan melakukan iuran secara pribadi untuk diserahkan kepada para buruh sebagai bekal melakukan aksi lebih besar, baik di Karanganyar maupun ke Semarang dan ke Jakarta demi mendesakkan penolakan revisi itu."Bahkan mungkin juga kami juga akan menyertai aksi-aksi para buruh ini jika akan melakukannya di Semarang dan Jakarta. DPRD Karanganyar juga berencana mengirim surat resmi kepada DPR RI agar menolak revisi UU Ketenagaakerjaan itu karena sangat merugikan buruh," lanjutnya.Tentu saja sikap Yuliatmono disambut dengan atusias para peserta aksi di daerah sentra industri tersebut. Mereka bertekat akan terus menggelar aksi-aksi untuk menolak rencana Pemerintah tersebut. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads