100 Buruh Berhujan-hujanan Protes Revisi UU Buruh
Kamis, 23 Mar 2006 12:00 WIB
Semarang - Protes atas revisi Undang-Undang (UU) Nomor 13/2003 tentang tenaga kerja makin marak. Di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sekitar 100 buruh berhujan-hujanan untuk memprotes revisi UU tersebut.Aksi dilakukan massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Independen di Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (23/3/2006). Mereka memulai aksi dari pukul 10.30 WIB. Sejumlah spanduk dan poster yang mereka geber bertuliskan,"tolak revisi UU Nomor 13/2003," dan "hidup, mati, jodoh, rejeki, bukan di tangan penguasa". Akibat guyuran hujan, tulisan pada poster pun luntur. Setelah berorasi, sekitar pukul 11.00 WIB, massa pindah ke Kantor DPRD Jawa Tengah, yang jaraknya 100 meter dari Air Mancur. Di kantor DPRD, massa menuntut pemerintah untuk tidak merevisi UU tersebut.Isi rencana sevisi UU buruh itu dinilai lebih buruk dari UU yang belum direvisi. Dalam rencana revisi justru akan menghilangkan pesangon bagi buruh yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, rencana revisi juga memberlakukan sistem kerja kontrak di seluruh jenis pekerjaan. Massa mencoba masuk ke ruang DPRD, namun dihalang-halangi petugas kepolisian. Syukurlah setelah negosiasi alot, 10 orang perwakilan massa dipersilakan masuk dan melakukan dialog dengan anggota DPRD."Kita sudah 2 minggu mengirimkan surat ke DPRD, kenapa pada hari ini kita tidak diterima? Ini berarti DPRD tidak berjuang untuk kepentingan kami," protes Koordinator Aksi, Sumarsono.Hingga pukul 12.00 WIB, dialog masih berlangsung. Sementara sisa massa masih berorasi di depan Gedung DPRD.
(iy/)











































