LSI: 52% Responden Anggap Parpol Paling Buruk Kinerjanya

LSI: 52% Responden Anggap Parpol Paling Buruk Kinerjanya

- detikNews
Kamis, 23 Mar 2006 11:34 WIB
Jakarta - Mau tahu sikap pemilih terhadap partai politik (parpol)? Tidak saja menuding parpol tak peka kepentingan politik, sebagian besar pemilih juga menganggap parpol paling buruk kinerjanya.Sikap pemilih ini diketahui dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) sejak April 2004 sampai Maret 2006. Hasil survei itu dibeberkan dalam jumpa pers LSI di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/3/2006). Dijelaskan Direktur LSI Syaiful Mudjani, hanya 48 persen pemilih saja yang merasakan parpol memperjuangkan kepentingan politiknya. Selebihnya menganggap parpol tidak memperjuangkan kepentingan politik mereka.Bahkan dibanding lembaga publik lainnya seperti presiden, polisi, tentara, dan DPR, parpol dinilai paling buruk kinerjanya. Hampir semua pemilih tidak tahu sikap dan keputusan partai tentang dua isu penting yaitu kenaikan BBM dan impor beras.Dalam survei yang dilakukan di awal 2006, hanya sekitar 25 persen dari pemilih yang punya hubungan psikologis secara positif dengan parpol. Padahal di negara-negara demokrasi yang ada di AS atau pun Eropa barat rata-rata di atas 60 persen.LSI memaparkan, ada 4 kombinasi antara fungsi intermediasi dan hubungan psikogis massa pemilih dengan partai, yakni integrasi, tipe loyal, rasional dan teraliensi (terasing). Di antara tipe ini yang terbesar adalah tipe terasing sebanyak 45 persen."Ini adalah tipe yang paling buruk tentang hubungan partai dengan massa pemilih. Besarnya proporsi ini mengindikasikan banyak yang kecewa terhadap parpol. Ini merupakan potensi bagi instabilitas sistem kepartaian," papar Syaiful.Di antara 7 parpol besar yang punya proporsi paling ideal dan paling banyak adalah Golkar dan PAN. Yang punya tipe rasional paling banyak adalah Partai Demokrat. Sedangkan yang punya proporsi tipe loyal adalah PKS, dan paling banyak punya tipe terasing adalah PPP. Padahal yang ideal dari fungsi tersebut adalah kombinasi."Tapi dari survei yang kita lakukan golput terlihat lebih besar. Sebab sudah muncul kekecewaan masyarakat terhadap partai-partai besar yang tidak menguasai masalah-masalah publik, seperti impor beras, BBM dan sebagainya. Masyarakat pesimis pada parpol," tuturnya. Sejak April 2004-Maret 2006, LSI sudah melakukan 7 kali survei di mana sampel di masing-masing survei 1.200 orang. Sementara margin of error di setiap survei kurang lebih 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.Metode survei yang digunakan LSI adalah multystate random sampling. Sementara wawancara yang dilakukan dengan tatap muka. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait