Intelijen Poso Harus Dievaluasi

Bom Tak Juga Berhenti

Intelijen Poso Harus Dievaluasi

- detikNews
Kamis, 23 Mar 2006 11:30 WIB
Jakarta - Tak henti-hentinya teror bom di Poso menjadikan kalangan DPR resah. Anggota Komisi III DPR RI dari FPPP Lukman Hakim Saefuddin meminta Presiden SBY memberikan perhatian khusus dan mengevaluasi kinerja badan intelijen yang dimiliki negeri ini."Presiden harus kasih perhatian lebih terhadap perdamaian di Poso. Kasihan masyarakatnya. Dievaluasi dong badan inteljennya,"ujar Lukman pada detikcom Kamis, (23/3/2006)Menurut Lukman, Presiden harus memanggil jajaran intelijen, baik dari BIN, intelijen TNI maupun intelijen Polri dan Kejaksaan untuk berkoordinasi. Ini mendesak karena intelijen selalu kecolongan dengan informasi-informasi serangan teror."Kejadian teror selalu terulang karena badan intelijen kita tidak jalan. Intel harus kerja lebih giat agar tidak terulang lagi,"tambah Lukman.Lukman berharap aparat kepolisian segera bertindak cepat menangkap pelaku teror di Poso. Jika tidak, dikhawatirkan akan menambah kecurigaan masyarakat bahwa konflik di Poso tidak dapat diselesaikan karena ada oknum-oknum aparat yang ikut memperkeruh suasana perdamaian di Poso.Rabu 22 Maret 2006 pukul 19.15 Wita Sebuah ledakan yang diduga bom meledak kembali di Poso. Ledakan itu terjadi di depan Akademi Keperawatan Poso yang terletak di Dusun Landangan, Kelurahan Toini, Kecamatan Poso Pesisir, tepatnya di dalam poskamling.Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ledakan hanya membuat poskampling berlubang. (yid/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads