2 Video Eks Menkes Siti Fadilah Di-takedown YouTube, Disebut Tak Sesuai WHO

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 21:20 WIB
Eks Menkes Siti Fadilah Divonis 4 Tahun Penjara 

Eks Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (16/6/2017). Hakim memutuskan Siti terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesehatan tahun 2005 dan menerima duit gratifikasi.
Siti divonis 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 2 bulan kurungan. Agung Pambudhy/Detikcom.
Eks Menkes Siti Fadilah Supari (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Eks Menkes Siti Fadilah Supari gusar. Dua videonya di-takedown YouTube. Salah satu alasannya, videonya meragukan pedoman rekomendasi WHO.

Lantas, Siti pun mem-private videonya. Dilihat di laman YouTube-nya, Siti Fadilah Chancel, ada total 21 video, 3 kategori 'Suara Rakyat', dan 18 video kategori 'Edukasi'. Hanya ada 2 video yang bisa dilihat utuh. Yakni 'Relawan Penelitian Imunoterapi dr Terawan' dan 'Ayo Hidup Normal Bersama COVID-19'. Sisanya disetel private.

"Video di-private karena sudah ada 2 video yang di-takedown YouTube. Satu video bersama Prof Nidom, yang soal herd immunity. Diberi peringatan karena tak sesuai dengan WHO," kata Siti Fadilah Supari saat berbincang, Senin (12/7/2021).

Konten video Eks Menkes Siti Fadilah Supari di-takedown YouTubeKonten video Eks Menkes Siti Fadilah Supari di-takedown YouTube. (Foto: screenshoot YouTube)

Prof Chairul Anwar Nidom adalah Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF). Video berjudul 'Siti Fadilah & Nidom (part 1) lanjutan : Gagalkah Herd Imunity?' itu dalam pernyataan pihak YouTube yang dikirimkan ke Siti Fadilah Supari via e-mail dihapus dengan alasan 'konten tersebut melanggar kebijakan misinformasi medis kami'.

Alasan lanjutan bagaimana konten Siti Fadilah Supari itu melanggar kebijakan YouTube disebutkan adalah:

"YouTube tidak mengizinkan konten yang terang-terangan meragukan efektivitas pedoman yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan setempat atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang upaya pembatasan sosial dan isolasi mandiri, yang dapat menyebabkan orang-orang melakukan tindakan bertentangan dengan pedoman tersebut".

Sedangkan satu lagi adalah video soal cuci hidung bersama dokter Indro Cahyono. Video yang berjudul 'SFS & Indro Cahyono: Mencuci Hidung Mengusir Virus' dinilai 'konten tersebut melanggar kebijakan misinformasi medis kami'.

"Lha padahal kan cuci hidung pakai air garam itu juga hal yang lumrah dari dulu. Bener untuk mengurangi virus. Bagaimana saya bisa mengedukasi masyarakat kalau seperti ini," tutur perempuan yang pada eranya menangani flu burung ini.

Kedua video itu di-takedown YouTube hari ini. "Jadi sementara di-private dulu."

Konten video Eks Menkes Siti Fadilah Supari di-takedown YouTubeKonten video Eks Menkes Siti Fadilah Supari di-take down YouTube Foto: screenshoot YouTube
(nwk/nwk)