Round-Up

Dari Ojol hingga Kuli Berkeluh Kesah soal STRP untuk Masuk DKI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 21:10 WIB
Pengendara ojek online (ojol) di penyekatan PPKM Darurat di Simpang Fatmawati.
Pengendara ojek online (ojol) di penyekatan PPKM Darurat di Simpang Fatmawati. (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)

Ojol Mengeluh

Selain itu, sejumlah pengendara ojek online tak bisa melintas karena tidak bisa menunjukkan STRP.

Salah satu ojol yang tak mau disebutkan namanya itu ingin mengantar sebuah barang. Pria tersebut mengklaim bahwa hanya menggunakan atribut ojol bisa melintasi penyekatan tanpa menunjukkan STRP.

"Mau ke mana?" tanya polisi.

"Mau narik," jawabnya.

"Mohon maaf, nggak boleh. Itu baca kan," jelas polisi.

"Ojol bukannya bebas?" tanyanya.

Lalu, polisi tetap memutarbalikkan ojol tersebut karena tidak bisa menunjukkan STRP. Dia mengaku kesulitan karena kebijakan penyekatan ini.

"Nggak (ada STRP), kalau atribut ojol bebas, informasinya," katanya.

"Ya sulitlah jelas (karena ditutup). Ribet! ini aturan ribet," ujarnya.

Pengendara ojol lainnya yang ingin mengantar penumpang ke Stasiun MRT Haji Nawi juga diputar balik polisi karena tak bisa menunjukkan STRP. Pria yang juga tidak mau menyebutkan namanya itu mengaku kesulitan dalam membuat STRP di kantor karena mengantre.

"Mas, kalau buat surat tugas ribuan ke kantor Gojek, ke kantor Grab," ujarnya.

Dia mengaku kesulitan saat harus melakukan tugasnya karena tidak memiliki STRP sebagai syarat melintas.

"Ya iyalah sulit," katanya.

Selain itu, polisi menyekat Jalan Antasari, Jakarta Selatan. Jalan Fatmawati dan Jalan Antasari ditutup setiap hari di masa PPKM darurat, pada pukul 06.00-10.00 WIB.

Diketahui, pengemudi ojek online hingga taksi online diwajibkan membawa STRP saat beroperasi. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan petugas akan mengecek kelengkapan syarat di posko penyekatan.

Baik pengemudi maupun penumpang yang diangkutnya wajib membawa STRP ketika melintas di penyekatan. Selain STRP, keduanya harus menunjukkan dokumen telah disuntik vaksin COVID-19.

"Iya, wajib. Para pekerja ini kita minta untuk tetap mengajukan STRP, driver-nya. Jadi pada saat yang bersangkutan melakukan perjalanan, melintas di penyekatan tinggal menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki surat tanda registrasi pekerja," kata Syafrin kepada wartawan, Jumat (9/7).


(rdp/rdp)