Vaksin Gotong Royong Dinilai Bentuk Percepatan Vaksinasi Lewat Korporasi

Mega Putra Ratya - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 21:06 WIB
Program vaksinasi COVID-19 massal masih terus digencarkan di Indonesia. Tak hanya sasar orang dewasa, vaksinasi COVID-19 juga sasar anak usia 12 hingga 17 tahun
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Vaksin gotong royong individu berbayar menuai polemik dan pelaksanaan yang rencananya dimulai hari ini pun ditunda. Program ini dinilai sebagai bentuk kecepatan pemberian vaksin yang bisa dilakukan melalui partisipasi korporasi, swasta dan warga negara yang mampu secara ekonomi sehingga membantu program pemerintah.

"Kami mendukung sosialisasi vaksinasi Gotong Royong ini. Solidaritas untuk rakyat dan berbagai prakarsa baik pemerintah, BUMN, korporasi swasta, individu maupun kelompok, dan seluruh elemen masyarakat terus dikedepankan. Percepatan vaksinasi adalah salah satu kebijakan, yang menyatu dengan kebijakan lainnya," ujar Ketum BARIKADE'98 Benny Rhamdani dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Benny memberi peringatan keras kepada pihak yang selalu membuat gaduh dengan menebarkan berita bohong, dan menghasut rakyat, serta menyesatkan informasi terkait vaksin berbayar.

"Ini momentum semua bahu-membahu dengan semangat gotong royong untuk fokus pada penyelamatan rakyat. Selain kesejahteraan, keselamatan rakyat itu hal yang sangat prinsip bagi negara," tutur Benny.

"Mayoritas rakyat Indonesia sadar atas situasi pandemi Covid yang sedang terjadi. Dan juga tahu persis bahwa Presiden Jokowi sedang bekerja untuk keselamatan rakyatnya. Itu bisa dilihat dari kerja kerja Erick Thohir di lapangan yang dibantu oleh Panglima TNI dan Kapolri yang sedang berjibaku tanpa kenal lelah di lapangan melakukan vaksinasi demi keselamatan kesehatan rakyat," tambah Benny.

Ketika pandemi COVID 19 grafiknya kembali naik akibat virus varian delta, muncul aspirasi. Sebagai upaya percepatan vaksin, khususnya di kalangan korporasi, swasta, dan individu yang mampu secara ekonomi, dibuka ruang bergotong royong dengan melakukan vaksin sendiri, dengan biaya sendiri, sekaligus sebagai bentuk gotong royong.

Selain itu, vaksin gotong royong juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki penyakit bawaan (Komorbid). Sebab, sangat rentan bagi mereka untuk datang ke tempat umum dengan potensi tertular virus Corona.

"Tapi di sisi lain, pemberian vaksin gratis kepada masyarakat secara masif harus terus dilakukan. Bahkan, vaksin gratis tersebut dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Benny.

Sementara itu Sekjen BARIKADE'98 Arif Rahman yang juga Sekjen Pemuda Pancasila menyatakan, Vaksin Gotong Royong ini sifatnya bukan paksaan, hanya bagi yang bersedia. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa pemerintah telah mencederai rasa keadilan rakyat.

"Justru mereka yang memberikan komentar itulah yang sedang tidak ingin rakyatnya yang merasa mampu untuk ikut membantu pemerintah. Dan jangan-jangan mereka puas jika semakin banyak korban berjatuhan. Maka berhentilah menebar rasa curiga, kebencian dan menghasut rakyat untuk tidak percaya kepada pemerintah dalam menangani Covid ini. Jika ini terus dilakukan, maka saya yakin kesabaran mayoritas rakyat Indonesia pendukung pemerintah akan habis kesabarannya," tegas Arif.

Arif mengajak seluruh korporasi baik swasta maupun BUMN menggunakan alokasi dana CSR untuk membantu rakyat baik melalui bantuan obat-obatan pencegahan COVID-19, vitamin maupun bantuan dapur umum.

"Seluruh elemen bangsa wajib bergotong royong, kedepankan tindakan nyata sebagai persatuan nasional kita," pungkasnya.

(mpr/mpr)