Kemenhub: Masih Banyak Penumpang KRL yang Tidak Menggunakan STRP

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 20:00 WIB
Kini pengguna KRL wajib membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). Di Stasiun Bekasi, syarat itu telah diberlakukan.
Foto ilustrasi KRL. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Polanna Pramesti menyatakan sejak diberlakukannya Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), masih banyak penumpang KRL yang tidak membawa STRP sebagai persyaratan untuk naik KRL.

Padahal, pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid 19, telah mewajibkan penumpang maupun ojek online membawa STRP. Banyaknya penumpang KRL yang tidak membawa STRP menjadi bukti pengamatan sekaligus evaluasi tim BPTJ, yang ikut serta dalam pengaawasan dan pengecekan di stasiun kereta api Bogor, dan enam stasiun lainnya di Jabodetabek pagi tadi.

"Memang masih ada saja pengguna KRL yang belum menggunakan masker rangkap, sehingga perlu diperingatkan oleh petugas," ujar Polana dalam keterangan pers, Senin (12/7/2021).

Polana melihat sejak pukul 07.00 WIB tadi sudah tidak terjadi penumpukan antrean. Artinya, situasi turut lengang dan jumlah penumpang mulai melandai.

Untuk melancarkan imbauan pemerintah terkait pentingnya membawa STRP dan menggunakan masker rangkap, Kepala BPTK Kementerian Paerhubungan bersama stakeholder terkait seperti Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan setempat, maupun personel PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) terus mengawasi dan mengecek lokasi.

Terlebih, hal ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 50. Dalam SE itu, disebutkan pelaku perjalanan rutin kereta api komuter dalam wilayah aglomerasi wajib dilengkapi dengan STRP yang dikeluarkan Kepala Daerah setempat, atau surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan masing-masing.

Di sisi lain, Polana melihat sejak satu pekan pemberlakuan PPKM Darurat, jumlah penumpang bus AKAP pada empat terminal bus Tipe A dibawah pengelolaan BPTJ terus menurun. Penurunan penumpang di empat terminal tersebut terjadi di terminal Baranangsiang Bogor, terminal Jatijajar Depok, terminal Poris Plawad Tangerang dan terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan. Jumlahnya terus menurun jika dibandingkan dengan penumpang rata rata Juni 2021.

"Dari yang sebelumnya melayani penumpang rata-rata 500 orang per hari, kini turun menjadi 165 penumpang per hari. Turun sekitar 67%," kata dia.

Simak video 'Curhat Penumpang KRL, Gagal Berangkat Gegara Tak Bawa STRP':

[Gambas:Video 20detik]