Usai Diperiksa Suparman Kucing-kucingan dengan Wartawan
Kamis, 23 Mar 2006 00:43 WIB
Jakarta - Pemeras saksi kasus korupsi PT Industri Sandang Nusantara (Insan) AKP Suparman harus naik dua kali ke Kantor KPK saat dicegat wartawan. Dia menghindari pertanyaan wartawan yang sudah menunggu sejak siang. Kucing-kucingan antara Suparman dan wartawan pun tak terelakan.Ceritanya, ketika pukul 22.50 WIB pemeriksaan Suparman usai. Sekitar 20 wartawan menutup pintu keluar KPK di Jalan Juanda, Jakarta Pusat. Tak pelak aksi wartawan ini mendapat perlawanan dari penyidik dan pengacara Suparman yang meminta wartawan memberi jalan pada Suparman untuk memasuki mobil.Wartawan tetap bergeming karena ingin mendapatkan berita soal perkembangan kasus ini. melihat jalan belum terbuka Suparman masuk ke Kantor KPK lagi. Sekitar 5 menit kemudian laki-laki yang mengenakan kemeja garis-garis dengan jaket jeans biru dan topi yang nutupi mukanya ini turun lagi.Saat melihat wartawan yang ingin mewawancarai tetap berada di pintu keluar KPK, Suparman kembali masuk ke kantor KPK. Melihat aksi tersebut membuat penyidik dan pengacara turun tangan untuk mengatasi aksi para pencari berita ini.Para penyidik seperti Junino Jahja, Haidir Ramli, Ahmad Wiyagus dan pengacaranya meminta wartawan memahami dan memberi jalan. Setelah negosiasi dan wartawan memberi jalan lima menit kemudian suparman kembali turun yang langsung lari dan meringkuk dalam mobilnya.Sesaat setelah memasuki mobil dinas KPK Kijang Silver B 2038 BQ yang membawa Suparman, mobil tersebut lansung tancap gas tanpa menghiraukan kejaran dan pertanyaan wartawan.sementara itu, menurut pengacara Suparman Hermanto Barus dalam pemeriksaan selama 11 jam Suparman mengaku pernah bertemu tiga kali dengan saksi pelapor Tintin Surtini yang merupakn agen penjualan tanah yang merasa diperas. pertemuan dilakukan di rumah makan di Jalan Tamblong dan Jalan Aceh Bandung.Barus menambahkan pertemuan antara kliennya dengan Tintin dilakukan setelah penyidikan dilimpahkan ke KPK. Dari hasil penyidikan juga belum diketahui motivasi Suparman dan Tintin berteman yang berujung laporan pemerasan.
(mar/)











































