Dewas KPK Ungkap Perkembangan Pemeriksaan Dugaan Kasus Etik Lili Pintauli

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 11:23 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Tangkapan layar)
Jakarta -

Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengungkap perkembangan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Dewas KPK mengatakan saat ini kasus ini sudah masuk ke tahap pemeriksaan pendahuluan.

"Pertanyaan yang pertama yaitu mengenai sampai di mana Kasus atau pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik oleh yang dilakukan oleh Ibu Lili. Pemeriksaan ini sudah berlangsung pengumpulan bukti-bukti sudah, klarifikasi juga sudah dilaksanakan, juga kemudian sudah masuk ke pemeriksaan pendahuluan," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho dalam konferensi pers, Senin (12/7/2021).

"Sesuai dengan hukum acara yang ada di dalam Peraturan Dewan Pengawas Nomor 03 Tahun 2020. Jadi sudah masuk di tahap pemeriksaan pendahuluan," lanjutnya.

Albertina menjelaskan, nantinya hasil pemeriksaan pendahuluan ini akan menentukan apakah perkara Lili akan dilanjutkan ke sidang etik atau tidak.

"Nanti hasilnya juga akan disampaikan, apakah itu akan dilanjutkan ke sidang etik atau dinyatakan cukup bukti untuk dilakukan ke sidang etik atau dinyatakan tidak cukup bukti, itu nanti ada hasil dari pemeriksaan pendahuluan," ungkap dia.

Albertina pun meminta semua pihak untuk bersabar. Dia menjelaskan, jika pun kasus ini dilanjutkan ke sidang etik, sidang akan digelar secara tertutup.

"Harap bersabar dulu ya dan tetap dilanjutkan juga ke sidang etik juga sidangnya tertutup seperti biasa. Jadi nanti hasilnya saja yang akan terbuka. Itu kalau dilanjutkan ke sidang etik," kata Albertino.

Dia melanjutkan, apabila nanti kasus ini tidak dilanjutkan ke sidang etik, Dewas KPK akan bersurat ke pelapor. Sebab, kasus ini merupakan laporan dari pihak lain.

"Tapi kalau tidak dilanjutkan karena tidak cukup bukti tentu saja dari dewan pengawas juga akan memberikan surat kepada pelapor. Karena dalam hal ini tidak merupakan temuan dari dewan pengawas sendiri dan juga dari laporan yang masuk," jelasnya.

Sebelumnya, laporan tersebut dilayangkan Novel Baswedan beserta mantan Direktur PJKAKI KPK Sujanarko dan penyidik Rizka Anungnata. Menurut Sujanarko, dugaan tersebut bisa membuat KPK jadi hilang kepercayaan kepada publik.

"Kejadian seperti ini membuat KPK sangat terpuruk dan sangat tidak lagi dipercayai publik," ujar Sujanarko melalui keterangan tertulis, Rabu (9/6).

Laporan tersebut dilayangkan pada Selasa (8/6) ke Dewas KPK. Ada dua dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan mereka.

Dugaan pelanggaran pertama ialah dugaan Lili menghubungi dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus Syahrial. Lili dianggap melanggar prinsip integritas yang ada pada Pasal 4 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Kedua, Lili dituding menggunakan posisinya sebagai pimpinan KPK untuk menekan Syahrial untuk menuntaskan urusan kepegawaian adik iparnya, Ruri Prihatini Lubis, di PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai. Atas dugaan perbuatan tersebut, Lili diduga melanggar prinsip integritas, yaitu pada Pasal 4 ayat (2) huruf b, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Simak video 'Pakar Hukum Dorong Peran Masyarakat Usai KPK 'Sekarat'':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/dhn)