Uji Kelayakan 33 Calon Dubes RI Dimulai Hari Ini, Digelar Tertutup

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 09:54 WIB
Komisi I DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan 18 calon duta besar RI untuk berbagai negara. Dari 18 nama, ada praktisi hukum Todung Mulya Lubis.
Ilustrasi uji kelayakan dan kepatutan calon Dubes RI. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Duta Besar (Dubes) RI untuk negara sahabat dan organisasi internasional mulai hari ini. Uji kelayakan 33 calon Dubes RI ini digelar 6 sesi selama 3 hari secara tertutup.

"Fit and proper yang terdiri dari 6 sesi selama 3 hari bersifat tertutup, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, di mana masing-masing fraksi mengirimkan satu orang perwakilannya dengan maksimal durasi per sesi 2 jam 15 menit," ujar anggota Komisi I Christina Aryani kepada wartawan, Senin (12/7/2021).

Uji kelayakan hari ini digelar 3 sesi yang diikuti oleh 17 calon dubes. Sesuai dengan jadwal yang diterima dari Kesekjenan DPR, uji kelayakan dimulai pukul 10.00 WIB.

Salah seorang calon Dubes RI yang akan menjalani uji kelayakan hari ini, yakni mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, yang dicalonkan menjadi Dubes RI untuk PBB dan sejumlah organisasi internasional lainnya.

Kembali ke Christina. Dia mengungkapkan telah menyaring berbagai aspirasi dan masukan dari para WNI di luar negeri terkait perbaikan kinerja Kedubes RI. Sejumlah komunitas yang menyuarakan aspirasi dan masukannya, di antaranya komunitas WNI di Australia, Timor Leste, Perancis, dan Kanada.

Christina mengungkapkan telah menyaring berbagai aspirasi dan masukan dari para WNI di luar negeri terkait perbaikan kinerja Kedubes RI. Sejumlah komunitas yang menyuarakan aspirasi dan masukan, di antaranya komunitas WNI di Australia, Timor Leste, Perancis, dan Kanada.

Penyaringan aspirasi dan masukan ini penting dilakukan agar Komisi I dapat mengetahui apa yang dibutuhkan para WNI dan memastikan komitmen dari para calon Dubes RI yang akan ditempatkan. Sebab, para calon duta juga harus memahami beragam aspek terkait negara/organisasi internasional tempat mereka ditugaskan.

"Selain persyaratan dasar, kedalaman wawasan serta keterampilan komunikasi, calon Dubes juga harus memahami beragam aspek menyangkut negara atau organisasi internasional di mana mereka akan ditempatkan," sebut Christina.

"Kami juga menaruh perhatian khusus pada upaya perlindungan WNI kita di luar negeri, utamanya menyangkut akses terhadap vaksin dalam kondisi pandemi COVID-19," imbuhnya.

Christina juga menjelaskan sejumlah tugas penting seorang Dubes RI. Salah satu tugas pentingnya ialah dubes harus bisa memperjuangkan kepentingan nasional, sekaligus juga mendorong pengembangan kerja sama internasional.

"Beberapa tugas penting Dubes yang kami garis bawahi, di antaranya kesanggupan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mengembangkan kerja sama internasional, meningkatkan nilai ekspor dan kunjungan wisatawan serta menarik investasi dan peluang-peluang bisnis lainnya," papar anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu.

Seperti diketahui, ada 33 calon Dubes RI yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR. Dari 33 nama tersebut, ada sejumlah nama beken, seperti Ketua Kadin Rosan Roeslani, Zuhairi Misrawi hingga juru bicara Presiden RI Fadjroel Rachman.

Baca 33 nama calon Dubes RI yang akan menjalani uji kelayakan di halaman berikutnya.