Meninggal karena COVID, Ini Sepak Terjang Bupati Bekasi Perangi Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 08:42 WIB
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. (Foto: dok. Istimewa)
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (Dok. Istimewa)
Bekasi -

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona. Semasa memimpin, Eka telah berjuang menekan laju penyebaran virus tersebut di Kabupaten Bekasi.

Bagaimana sepak terjang Eka menangani pandemi COVID-19?

Tutup Tempat Hiburan dan Wisata

Setelah virus Corona diumumkan telah merebak di Indonesia, Eka langsung mengambil langkah-langkah antisipasi. Salah satunya, dengan menutup tempat hiburan dan tempat usaha kepariwisataan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Bekasi Nomor 556.4/36-28/Dispar/2020. Dalam edaran tersebut, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengimbau agar semua tempat hiburan malam ditutup dan segala aktivitasnya wajib berhenti terhitung mulai Sabtu (21/3/2020) hingga Selasa (31/3/2020).

"Menindaklanjuti Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," demikian bunyi surat edaran tersebut seperti yang dilihat detikcom.

Beberapa tempat hiburan malam dan tempat pariwisata yang ditutup sementara, yakni:
- Diskotek
- Bar
- Klub malam
- Pub
- Karaoke
- Panti Pijat
- Live music
- Spa
- Arena bermain anak
- Tempat wisata
- Balai pertemuan.

Terapkan PSBB

Eka juga menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Bekasi pada 15 April 2020. Sejumlah aktivitas warga pun dibatasi.

Salah satunya, kegiatan perkantoran diwajibkan dilakukan di rumah atau work from home (WFH). Kemudian, warung internet (warnet), salon atau barbershop, juga dilarang beroperasi.

Selain itu, ojek online hanya diperbolehkan mengangkut barang. Lalu, jumlah penumpang pada transportasi pribadi dan umum dibatasi.

"Penggunaan mobil penumpang pribadi, angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, serta moda transportasi barang dibatasi jumlah orang maksimal 50% dari kapasitas kendaraan," bunyi Pasal 18 ayat 4 seperti yang dilihat detikcom, Selasa (14/4/2020).

Terapkan PPKM Mikro

Selain menerapkan PPKM mikro, Pemkab Bekasi mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebesar 75 persen dari kapasitas unit kerja.

"WFH 75 persen kembali kami terapkan selama minimal dua pekan ke depan dan tentu akan kami evaluasi terus secara menyeluruh, termasuk operasi protokol kesehatan yang kembali kami galakkan," katanya.

"Seluruh kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menekan angka kasus COVID-19 di Kabupaten Bekasi yang melonjak 500 persen lebih sejak dua pekan terakhir dibanding kasus sebelum Idul Fitri 2021," tambahnya.

Simak video 'Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Wafat karena COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



Simak sepak terjang Eka lainnya di halaman berikutnya.