Menlu: Solidaritas Jadi Kunci agar Dunia Segera Lepas dari Pandemi

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 21:58 WIB
Retno Marsudi
Foto: kpcpen
Jakarta -

Indonesia kedatangan tahap pertama vaksin Moderna dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) sejumlah 3.000.060 dosis. Vaksin ini merupakan dukungan kerja sama internasional dari Pemerintah AS melalui jalur multilateral COVAX.

"Vaksin Moderna yang berbasis mRNA dari Amerika ini telah mendapatkan Emergency Use Authorization, izin pakai di masa darurat dari BPOM pada 2 Juli 2021," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan tertulis, Minggu (11/7/2021).

Saat menyambut kedatangan vaksin secara virtual hari ini, Retno menyampaikan bahwa AS berkomitmen memberikan dosis sharing vaksin kepada Indonesia berjumlah 4,5 juta dosis. Hal ini sesuai dengan komunikasi pihaknya bersama Secretary Blinken dan National Security Advisor AS Jack Sullivan.

Atas nama Pemerintah Indonesia, Retno pun menyampaikan terima kasih dan penghargaan terhadap Pemerintah AS yang telah berbagi dosis vaksin kepada Indonesia melalui COVAX Facility.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mekanisme doses-sharing atau berbagi vaksin adalah bagian dari mekanisme multilateral untuk memastikan akses terhadap vaksin untuk semua negara. Adapun mekanisme ini secara terus menerus dibahas dalam pertemuan-pertemuan COVAX Facility.

Untuk itu, ia memastikan Indonesia akan secara konsisten mendukung mekanisme berbagi dosis tersebut. Dengan harapan dapat mempercepat pencapaian prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Retno menambahkan berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri, kedatangan vaksin Moderna kali ini membuat Indonesia telah mengamankan 122.726.820 dosis vaksin dalam bentuk jadi ataupun bulk (bahan baku). Adapun jumlah tersebut terdiri dari rincian sebagai berikut.

1. Vaksin Sinovac (sebagian besar dalam bentuk bulk/bahan baku) sebanyak 108.500.000 dosis.

2. AstraZeneca dari jalur COVAX Facility/Multilateral sebanyak 8.228.400 dosis.

3. Sinopharm (500.000 di antaranya adalah dukungan UAE) sebanyak 2.000.000 dosis.

4. AstraZeneca (dukungan doses-sharing bilateral Jepang) sebanyak 998.400 dosis.

5. Moderna (dosis sharing AS melalui COVAX Facility) sebanyak 3.000.060 dosis.

Ia pun mengungkap saat ini Indonesia telah menerima tawaran dukungan vaksin dari beberapa negara di antaranya Jepang untuk pengiriman tahap kedua vaksin AstraZeneca, Belanda, Inggris, Australia, dan Uni Emirat Arab untuk dosis-sharing kedua.

"Jutaan vaksin dari jalur pengadaan komersial maupun dukungan internasional dan bilateral direncanakan juga akan tiba pada Juli ini," imbuhnya.

Retno menegaskan pemerintah akan terus memastikan ketersediaan vaksin bagi Indonesia. Sebab, kesehatan dan keselamatan rakyat menjadi prioritas.

Ia pun menambahkan berbagai tawaran dukungan telah diterima dari negara sahabat antara lain dalam bentuk ventilator, oksigen konsentrator, obat-obatan, dan peralatan medis lainnya. Retno mengungkap pada Jumat (9/7), telah tiba dukungan dari Singapura dan Australia.

Sementara itu, ia mengungkap hari ini dukungan Singapura dari jalur laut juga telah berangkat dan rencananya akan tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada 14 Juli mendatang. Untuk itu, Retno mengapresiasi dukungan kerja sama yang telah diberikan oleh Singapura dan Australia dalam penanganan pandemi COVID-19 di tanah air.

"Solidaritas, kolaborasi dan kerja sama adalah kunci agar dunia dapat segera lepas dari pandemi ini secara bersama. No one is safe until everyone is," pungkasnya.

(akn/ega)