Banyak Ortu Ingin Anak Masuk Sekolah, Anggota DPR Minta Inisiatif Kemdikbud

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 17:48 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda
Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda (Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) tidak tinggal diam dengan hasil survei orang tua yang masih ingin pembelajaran tatap muka dilakukan Juli ini. Syaiful menilai perlu ada terobosan dari Kemdikbudristek untuk menciptakan sekolah menjadi tempat paling aman dari COVID-19 untuk anak-anak.

"Walau di tengah kenaikan tren naik ini, diminta untuk ada PTM tatap muka, semangat ini harus direspons oleh Kemendikbud, dengan cara apa?," kata Syaiful dalam konferensi virtual, Minggu (11/7/2021).

"Bagaimana menjadikan sekolah menjadi tempat paling aman untuk anak-anak," sambungnya.

Syaiful mengatakan Kemdikbudristek seharusnya tidak pasrah begitu saja saat Indonesia mengalami darurat pendidikan di tengah kebijakan PPKM darurat. Syaiful meminta Kemdikbud Ristek proaktif menanggapi suara yang menyangkut hajat banyak orang ini.

"Saya kira perlu ditebus dengan cara Kemdikbud proaktif mengambil inisiatif-inisiatif supaya 43,9% yang menghendaki ini ada modul modelnya yang itu bisa diambil inisiatifnya oleh Kemdikbud," tutur Syaiful.

Politikus PKB ini melihat fenomena yang terjadi saat ini justru ada sebagian siswa yang terjangkiti virus Corona saat berada di dalam rumah. Ini artinya, kata Syaiful, para siswa ini terkena COVID-19 di luar sekolah.

"Yang memang di rumahnya tidak aman dan ini terafirmasi, hari ini banyak siswa-siswi kita terkena COVID karena tidak sekolah, artinya kan dia terkena COVID di luar sekolah, jumlahnya tinggi, IDI mengkhawatirkan itu, cukup tinggi. Ini mereka terkonfirmasi terkena COVID bukan karena sekolah tapi karena tidak sekolah," ungkapnya.

Diketahui, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkap 43,9% orang tua setuju dengan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli saat ini di tengah lonjakan virus Corona (COVID-19). P2G menyebut tingginya animo para orang tua ini karena merasa anaknya sudah jenuh belajar di rumah.

Survei ini dilakukan selama 3 hari dari 5-8 Juli dengan teknik sample random sampling. Ada 8.287 orang tua siswa di 34 provinsi. Orang tua diwawancarai menggunakan teknik kuesioner Google Form yang disebarkan di aplikasi perpesanan.

"Mengenai persetujuan orang tua terhadap dimulainya PTM, tahun ajaran baru Juli 2021, yang setuju dimulainya PTM bulan Juli itu 43,9% hampir setengahnya, 33,2% ragu-ragu, lalu 23,9% tidak setuju," kata Kabid Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri dalam konferensi virtual.

Ada kontras antara harapan orang tua murid dengan perkembangan COVID-19:

Simak juga 'PTM Terbatas Tetap Dilaksanakan, Bagaimana Mekanismenya?':

[Gambas:Video 20detik]