RS dr Suyoto Penuh, Kemhan Tambah 1.000 Bed Pasien Corona di 3 Lokasi

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 14:20 WIB
Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menyiapkan ruang perawatan bagi pasien COVID-19 yang tidak tertampung di RS dr Suyoto Pusrehab Kemhan.
Foto: Dok. Kemhan
Jakarta -

Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menyiapkan ruang perawatan bagi pasien COVID-19 yang tidak tertampung di RS dr Suyoto Pusrehab Kemhan. Untuk itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto melakukan peninjauan dalam rangka persiapan tersebut.

Donny mengungkap pihaknya melaksanakan peninjauan ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Pusdiklat Tekfunghan) Badiklat Kementerian Pertahanan di Salemba, Jakarta Pusat pada Jumat (9/7). Ia menjelaskan kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kemampuan dan kesiapan Pusdiklat Tekfunghan dalam menyediakan ruang perawatan tambahan bagi pasien COVID-19.

Dalam tinjauan tersebut, Kepala RS dr Suyoto Kol. Ckm. dr. Daniel Lumadyo Wartoadi, Sp.Rad menjelaskan Kementerian Pertahanan merencanakan untuk menyiapkan 1.000 tempat tidur tambahan bagi pasien COVID-19 yang sudah tidak tertampung lagi di RS dr Suyoto.

"Penyiapan kamar dan tempat tidur tambahan tersebut dibagi di tiga lokasi dan tahapan, antara lain Pusbahasa dan Pusjemen Badiklat Kemhan di Pondok Labu, Jakarta Selatan kurang lebih 350 tempat tidur, Tekfunghan Badiklat Kemhan di Salemba, Jakarta Pusat 200 tempat tidur, sisanya kemungkinan besar adalah di BNPB Sentul sekitar 450-500 tempat tidur," jelas Daniel dikutip dari rilis resmi Kemhan, Minggu (11/7/2021).

Daniel menyebutkan pihaknya akan mempersiapkan fasilitas IGD di masing-masing lokasi. Sementara untuk kondisi gawat akan dibawa ke RS dr Suyoto. Selain itu, Daniel mengungkap saat ini telah terisi 56 pasien COVID-19 dari ketersediaan 66 tempat tidur di ruang perawatan tambahan yang berada di Pusjemen Badiklat Kemhan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terdapat 3 mess di Pusdiklat Tekfunghan yang akan dijadikan ruang perawatan tambahan bagi pasien COVID-19 yaitu Mess Prambanan dengan kapasitas 128 tempat tidur, Mess Kalasan dengan kapasitas 48 tempat tidur, dan Mess Kartini berkapasitas 36 tempat tidur. Sehingga, total Pusdiklat Tekfunghan dapat menyediakan 212 tempat tidur bagi pasien COVID-19, pada persiapan tahap kedua ini.

Adapun nantinya, Mess Prambanan dan Kartini akan disiapkan untuk pasien OTG, sedangkan Gedung Martha Christina akan digunakan sebagai IGD.

Ia pun mengungkap kekurangan tenaga kesehatan Pusrehab Kemhan akan didukung dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan. Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia ini, Kemhan akan menyeleksi dan menerima tenaga Komponen Pendukung Pertahanan Negara Bidang Kesehatan yang berjumlah sekitar 400 tenaga kesehatan dan saat ini kebutuhannya sudah terisi sekitar 180 orang.

Selanjutnya, kata Daniel, akan ditambahkan 300 tenaga kesehatan lagi pada tahap ketiga. Ia menyebutkan dokter-dokter militer yang ada di Universitas Pertahanan juga akan diminta untuk membantu RS dr Suyoto.

Simak juga 'PMI Solo: Mohon Bantuan, Stok Oksigen Beberapa RS Mengkhawatirkan!':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)