Dubes Ungkap Sebab Dua Buronan RI Dipulangkan dari Singapura

Deden Gunawan - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 09:07 WIB
Jakarta -

Sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat dia bisa terpeleset dan jatuh juga. Perumpamaan lawas itu sepertinya bisa untuk merujuk aksi dua WNI yang buron ke Singapura, Adeline Lis dan Hendra Subrata. Keduanya, menurut Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo ditangkap dan dideportasi karena melakukan "kesalahan kecil" terkait keimigrasian.

Alkisah, pasca putusan MA yang menghukum 10 tahun penjara dan denda Rp 110 miliar pada 2008 dalam perkara Ilegal Logging, Adeline Lis buron ke Singapura. Selama buron, dia berganti nama menjadi Hendro Leonardi dan mendapatkan paspor baru dari imigrasi Jakarta Utara. Dengan identitas baru di paspornya itu Adeline bebas keluar masuk Singapura dan negara-negara lain.

Saat akan kembali masuk ke Singapura pada 2018 lalu, Hendro Leonardi tak mengakui punya nama lain, yakni Adeline Lis. Padahal di imigrasi Singapura, dua nama tersebut ternyata punya wajah dan data yang sama.
"Dikhawatirkan dapat dapat membahayakan Singapura, dia pun ditahan imigrasi Singapura," kata Suryo Pratomo dalam program Blak-blakan yang tayang, Jumat (9/7/2021).

Setelah berkoordinasi dengan otoritas di Indonesia dan menguji sidik jarinya, Hendro Leonardi alias Adeline Lis pun diadili karena melanggar UU Imigrasi Singapura. Setelah menjalani hukuman, dia dipulangkan ke Indonesia pada 19 Juni 2021.

"Jadi kepulangan Adelin Lis ke Indonesia bukan karena kemurahan hati Singapura tapi karena sang buronan melakukan pelanggaran keimigrasian," kata Suryo Pratomo.

Lain lagi dengan Hendra Subrata yang divonis bersalah melakukan percobaan pembunuhan terhadap rekan bisnisnya Hermanto Wibowo pada 2008 di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Dia ditangkap justru saat mengurus perpanjangan paspor atas nama Endang Rifai di KBRI pada 17 Februari 2021. Dia datang untuk memprotes karena prosesnya dianggap terlalu lama dibandingkan dengan isterinya. Dia menyebut nama isterinya Linawaty Widjaja. Tapi di database imigrasi KBRI, suami Linawaty adalah Hendra Subrata bukan Endang Rifai.

"Setelah dicrosscheck dan dikonfrontasi petugas, di situlah dia ketahuan. Setelah berkoordinasi dengan imigrasi Singapura, dia pun dipulangkan (pada 26 Juni 2021)," kata Suryo Pratomo yang pernah menjadi Pemred Kompas dan Direktur Pemberitaan Metro TV.

Dari dua kasus tersebut,dia melanjutkan, hal terpenting dalam upaya penegakan hukum jangan ribut atau gaduh, karena target justru akan bersembunyi. "Kalau mau tangkap tikus yang jangan ribut, nanti tikusnya keburu lari kemana-mana. Kalau mau nangkap orangnya juga ya diam-diam aja biar tidak kabur dan sembunyi," ujarnya

(jat/jat)