Pertemuan SBY dan Pimpinan Fraksi DPR Adalah Pola Orba
Rabu, 22 Mar 2006 22:04 WIB
Jakarta - Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pimpinan-pimpinan fraksi DPR dinilai pengamat politik Syamsuddin Haris sebagai pola Orde Baru. "Itu kan pendekatan Soeharto itu, pendekatan konsensus," ujar Syamsuddin Haris sambil tertawa. Syamsudin Haris yang ditemui seusai menjadi pembicara dalam diskusi peluncuran buku "Bunuh Munir!: Sebuah Buku Putih" di Kantor Kontras Jalan Borobudur No. 14, Menteng, Jakarta Pusat Rabu (22/03/2006) melihat pertemuan tersebut sebagai pelecehan terhadap DPR. "Kalau fraksinya datang, itu pelecehen terhadap DPR," katanya.Syamsudin Haris menjelaskan bahwa hubungan presiden-DPR adalah hubungan konstitusional. "Ada mekanismenya, diatur dalam konstitusi dan undang-undang," ujar Syamsuddin. "Pola-pola semacam itu menciderai demokrasi kita, sebab itu yang disebut sebagai lobi-lobi setengah kamar, di luar mekanisme yang baku," urainya.Selain itu, Syamsudin juga melihat adanya politik kambing hitam dalam menyelesaikan masalah seperti dalam penanganan kasus di Abepura. "Kambing hitam itu adalah politik zaman soeharto, politik orde baru. Jadi kalau hal yang sama masih dilakukan oleh pemerintah yang sekarang, itu sama dengan apa yang dilakukan pemerintah Soeharto dulu," tandasnya.Tak pelak, Syamsuddin berkesimpulan rejim SBY ini terjebak pada gaya Orde Baru. "Belum banyak yang berubah," tandasnya.
(mar/)











































