Terjadi 5 Gempa Susulan di Sulut, Aktivitas Warga Normal

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 09:35 WIB
Petugas mengukur panjang amplitudo letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari data rekam seismograf di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Banten, Kamis (27/12/2018). PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menaikan status GAK dari WASPADA ke level SIAGA sejak Kamis (27/12) karena frekwensi letusan meningkat dengan amplitudo rata-rata 25 milimeter diiringi dentuman cukup keras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Seismograf, alat perekam getaran gempa (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Jakarta -

Gempa bumi Magnitudo (M) 6,2 terjadi di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan gempa tak dirasakan mayoritas warga.

"Petugas BPBD setempat tak merasakan guncangan saat fenomena alam itu terjadi," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, lewat keterangannya, Sabtu (10/7/2021).

Petugas BNPB Kabupaten Kepulauan Talaud langsung berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan setelah terjadi gempa pada pukul 07.43 WIB itu.

Dia mengatakan warga Melonguane tak merasakan guncangan saat terjadi gempa.

"Aktivitas masyarakat berjalan normal," ucapnya.

Gempa M 6,2 berada di laut pada 112 km arah barat daya Melonguane. Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa memiliki intensitas guncangan dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity III-IV MMI di Sangihe, II MMI di Tohomon, Bitung, dan Bolaang Mongondow Timur.

Selanjutnya terjadi gempa susulan M 5,8 pada pukul 07.51 WIB yang berada di 113 km tenggara Kecamatan Melonguange. Pusat gempa yang berada di laut ini berkedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan, gempa tidak memicu tsunami.

Sementara itu, gempa susulan kedua terjadi dengan M 5,1 pada pukul 07.58 WIB. Pusat gempa berada pada 112 km barat daya Kecamatan Melonguane dengan kedalaman 34 km.

"Pada gempa-gempa susulan ini, BPBD setempat melaporkan warganya tidak merasakan guncangan. Masyarakat tetap beraktivitas normal," ucapnya.

"BMKG melaporkan hingga pukul 08.25 WIB, lima kali aktivitas gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo terkecil M 3,6," tambahnya.

Berdasarkan laporan pihak kecamatan, guncangan gempa dirasakan lemah 3-5 detik di Kecamatan Salibabu. Menurut BPBD, belum ada informasi dari pihak desa di kecamatan tersebut yang terdampak sejauh ini.

"Sedangkan informasi dari pihak Kecamatan Tahuna, warga setempat tidak merasakan guncangan gempa. Masyarakat tampak beraktivitas normal," katanya.

BNPB terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud untuk mendapatkan informasi terkini pascagempa. BNPB mengimbau warga tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya gempa maupun menyikapi informasi-informasi yang tidak benar atau hoaks dapat berdampak buruk dalam menyikapi situasi pascakejadian.

(jbr/hri)