Corona Masih Ngegas, Syarief Hasan: Pemerintah Perlu Evaluasi Terus

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 16:05 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut kebijakan dalam penanganan COVID-19 masih belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Ia mengaku prihatin dengan kasus harian COVID-19 yang mencapai 38.391 kasus berdasarkan laporan Satgas Penanganan COVID-19 per Kamis (8/7).

"Belum adanya penurunan kasus, padahal pemerintah telah memberlakukan PPKM Darurat, menunjukkan bahwa pemerintah belum berhasil menangani penurunan pandemi COVID-19, dan perlu dilakukan evaluasi terus-menerus," kata Syarief dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021).

"Kita harus akui bahwa kondisi saat ini adalah kondisi sangat darurat. Bayangkan total kasus hampir mencapai 2,4 juta kasus, bahkan kini tingkat kematian sudah menduduki rangking kedua dunia dengan 1.040 kematian per hari, di atas India 841 kematian per hari yang selama ini dianggap oleh negara-negara lain bahwa India gagal menangani pandemi COVID-19," lanjutnya.

Kekhawatiran dan kecemasan masyarakat akan pandemi COVID-19, lanjutnya, menimbulkan berbagai pertanyaan, seperti kapan pandemi COVID-19 dapat ditangani.

"Kami sepakat dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat bahwa berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah belum menunjukkan penurunan kasus pandemi, bahkan dalam tiga hari sudah mencapai 38.391 per hari orang terpapar COVID-19 dan ini tidak boleh terjadi terus menerus. Karena kalau hal ini terjadi, Indonesia dapat berpotensi dikategorikan 'failed stated' dalam menangani pandemi COVID-19 seperti India," ungkapnya.

Untuk itu, ia menambahkan, pemerintah perlu melakukan evaluasi dan lebih tegas atas kebijakan dalam penanganan pandemi. Selain itu, melakukan persiapan yang menyeluruh atas kebutuhan tenaga kesehatan, perlengkapan, obat-obatan, distribusi, kesiapan rumah sakit, dan sebagainya untuk mendukung setiap kebijakan yang dilakukan.

Di sisi lain, kata dia, kebijakan harus merata. Untuk masing-masing sektor, lanjutnya, diberlakukan secara konsisten, seperti keimigrasian Perhubungan, TKA, bantuan sosial ekonomi, dan pelayanan masyarakat lebih ditingkatkan.

Ia juga menyatakan bahwa sejak awal kebijakan PPKM Darurat, Partai Demokrat mendukung penuh kebijakan tersebut sehingga terlibat aktif dalam melakukan penanganan COVID-19.

"Kami dari Fraksi Partai Demokrat sejak awal melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat sehingga dapat segera keluar dari persoalan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19," ungkap Syarief.

Gerakan Nasional Partai Demokrat melawan Corona, lanjut Syarief, dijalankan kader dari tingkatan pusat hingga daerah secara intensif, masif, dan terkoordinasi, termasuk kader FPD-DPR RI. Menurutnya, melalui gerakan tersebut, Fraksi Partai Demokrat DPR dengan keterbatasan yang dimiliki, telah melakukan banyak program.

"Fraksi Partai Demokrat pimpinan Mas Ibas membuat program bantuan sembako dan alat protokol kesehatan untuk masyarakat kecil, bantuan UMKM dan Ultra Mikro, bantuan alat kesehatan, penyemprotan disinfektan, hingga pemasangan Wi-Fi gratis untuk membantu kegiatan belajar online anak-anak di daerah," ungkap Syarief.

Hal ini, menurutnya, dilakukan agar Indonesia dapat segera pulih dari pandemi COVID-19 dan segera menatap masa depan yang lebih baik.

"Kami yakin, kita harus berhasil dan tidak boleh gagal menangani COVID-19, dan untuk itu Partai Demokrat berjuang terus bersama rakyat dan tetap konsisten menyuarakan ini demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia," tutup Syarief.

(akn/ega)