Cegah PHK, Singapura Menanggung Gaji Semua Pegawai

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 14:32 WIB
Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo
Dubes RI untuk Singapura, Suryo Pratomo (Wahyudi / 20detik)
Jakarta -

Dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19 juga dirasakan Singapura. Sejak Februari 2021 hingga saat ini, selain banyak perusahaan dan aktivitas bisnis yang kolaps, Bandara International Changi pun aktivitasnya hanya dua persen.

"Kemudian pemerintah Singapura mengeluarkan stimulus agar perusahaan bisa bertahan. Agar tak ada pegawai yang dipecat, pemerintah mengeluarkan dana untuk menanggung gaji semua pegawai," kata Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo.

Besaran gaji yang ditetapkan tertinggi SGD 4.600 per bulan. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sehingga bisa menggerakkan roda ekonomi.


"Kita lihat di bulan Juni 2020, warung-warung sudah hidup lagi, restoran mulai buka lagi, dan kemudian dan ekonominya bergerak kuartal pertama semua. Ekonomi Singapura yang tadinya terkontraksi tahun ini positif 1,3 persen pertumbuhannya," kata Suryo Pratomo.

Namun 12 Mei 2021 angka positif naik lagi dan selama satu bulan kegiatan ekonomi turun lagi. Semua warung dan restoran tutup, hanya boleh take away. Hal tersebut sangat berpengaruh pada ekonomi negara tersebut.

"Bayangkan, Singapura sedang tumbuh 1,3 persen di kuartal kedua, diperkirakan akan tumbuh, tiba-tiba di bulan Mei terpaksa berhenti selama satu bulan. Bisa dibayangkan nggak itu kemudian rem itu diinjak begitu dalam," ungkapnya.

Tapi kebijakan pemerintah Singapura tidak membuat panik dan kesal warganya karena setiap perubahan kebijakan tidak dilakukan secara mendadak. Di Singapura, pengumuman kebijakan baru dilakukan seminggu sebelum diberlakukan sehingga masyarakat tidak bingung atau kesulitan.

(deg/jat)