Habiburokhman Pertanyakan Nurani Hakim Vonis Tukang Bubur Rp 5 Juta

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 11:50 WIB
Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman
Habiburokhman (Foto: Dok. Habiburokhman).
Jakarta -

Cerita tukang bubur di Tasikmalaya didenda Rp 5 juta karena melanggar PPKM darurat jadi sorotan publik. Denda bagi tukang bubur ini mengusik nurani.

"Secara umum memang ada masalah koordinasi penerapan regulasi di masa PPKM darurat ini. Instruksi Mendagri soal PPKM darurat memang tidak detail dan bisa mengakibatkan multitafsir, termasuk dan terutama soal sanksi pelanggaran," kata anggota Komisi III DPR Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

"Akhirnya, praktik di lapangan simpang siur, dan masing-masing berjalan dengan pemahaman yang tidak seragam," imbuh dia.

Habiburokhman tak habis pikir mengapa tukang bubur di Tasikmalaya sampai didenda Rp 5 juta. Akal sehatnya tak bisa mencerna putusan hukum tersebut.

"Di sisi lain kami juga mempertanyakan nurani hakim yang mendenda tukang bubur Rp 5 juta, kok tega sekali. Akal sehat saya susah mencerna putusan tersebut," katanya.

Habiburokhman menyebut kasus tindak pidana ringan (tipiring) tidak ada banding. Dia berharap kasus tukang bubur didenda Rp 5 juta tak terulang lagi.

"Kalau tipiring setahu saya nggak ada banding, tapi saya harap jangan terulang lagi lah kasus seperti ini," ujarnya.

Denda Rp 5 juta kepada tukang bubur bernama Sawa Hidayat itu lantaran ada warga yang makan di tempat. Sawa terjaring operasi yustisi PPKM darurat pada Selasa (6/7).

"Jadi begini, laporan dari Kasi Intel (Kejari Tasikmalaya) beberapa hari yang lalu itu proses dari penindakan pelanggaran PPKM darurat," ujar Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil saat dimintai konfirmasi, Kamis (8/7/2021).

Sawa dinilai melanggar Pasal 34 ayat (1) juncto Pasal 21 I ayat (2) huruf F dan G Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perda Provinsi Jabar Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

(gbr/tor)