Ransel di Istana, No Way!

Ransel di Istana, No Way!

- detikNews
Rabu, 22 Mar 2006 16:08 WIB
Jakarta - Anda sedang ada keperluan yang harus diselesaikan di Kantor Presiden? Bila ya, maka jangan lagi ke sana dengan menyandang tas punggung Anda yang nyaman itu. Apalagi kalau ukurannya besar. Mau berkeras karena hanya itu tas Anda? Ya.... jangan berharap Paspampres mengizinkan Anda melanjutkan langkah menuju Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Jadi sebaiknya segera beli tas baru yang modelnya bukan tas punggung. Bisa pilih tas pinggang atau tas selempang. Bila barang bawaan Anda banyak, gunakan tas koper sekalian. Larangan penggunaan tas punggung mulai diterapkan pekan ini pada wartawan yang mengadakan liputan di sekitar Kantor Presiden. Sebenarnya sih bukan peraturan baru. Tapi selama ini tidak diterapkan karena belum tersedianya tempat penitipan tas yang "representatif" dari sisi keamanan. Karena itulah kala itu para wartawan pun keberatan. Bagaimana dengan keamanannya? Sebab di dalam tas punggung mereka yang praktis itu, terakomodir berbagai perangkat pendukung pekerjaannya masing-masing. Seperti tape recorder, notes, kamera, komputer jinjing, PDA, koran, dokumen data, sampai baju ganti dan lunch box. Kini sebuah lemari telah disediakan di ruang wartawan yang terletak di bagian depan, sekitar 200 meter dari Kantor Presiden. Lemari terbuat dari logam setinggi 1,8 meter itu diniatkan oleh Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan sebagai lemari locker bagi wartawan. Tapi seiring terungkapnya kasus hilangnya dua komputer jinjing milik staf Kepresidenan dan uang milik Sesmil, keraguan kembali muncul. Lha kalau kantor pejabat penting yang berlokasi di ring 1 saja bobol, apalagi lemari di ruang wartawan?! Siapa yang harus diminta pertanggungjawaban kalau terjadi musibah serupa? Cleaning service? Kasihan dong! (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads