Habibie Minta Freeport dan Exxon Tidak Diganggu
Rabu, 22 Mar 2006 15:58 WIB
Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie minta agar Freeport dan ExxonMobil tidak diganggu selama bekerja di Indonesia. Soal pembagian hasil keuntungan kepada rakyat Indonesia bukanlah urusan kedua perusahaan itu, tapi pemerintah."Kita harus memberi garansi bahwa selama dia (Freeport dan ExxonMobil) bekerja di bumi Indonesia, dia tidak diganggu. Masalah pembagian hasil kepada rakyat Indonesia itu adalah masalah kita, bukan masalah dia," kata Habibie usai menerima Pansus RUU Pemerintahan Aceh di kediamannya, Jl Patra Kuningan XIII, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2006).Mengenai maraknya protes masyarakat atas beroperasinya perusahaan asing Freeport di Papua dan Blok Cepu antara Exxon-Pertamina, menurutnya, protes yang dilakukan masyarakat itu dibenarkan dalam alam demokrasi."Demokrasi membenarkan adanya protes. Tapi saya rasa tidak tepat, kita tidak setuju sesuatu, kita bakar sekolah. Sekolah itu susah payah kita bangun," jelas Habibie.Menyangkut persoalan kedua perusahaan asing ini, Habibie sepakat hasil sumber daya alam harus dinikmati sedapat mungkin oleh sebagian besar rakyat Indonesia."Siapa pun yang mengelolanya. Kalau kita bekerjasama dengan perusahaan lain untuk mengelola sumber daya alam tersebut, wajar saja dia mendapatkan uangnya kembali. Itu namanya return of investment," ujar Habibie.Habibie juga berpesan sebaiknya pemerintah pusat dan daerah mengkaji apa yang menjadi protes masyarakat tersebut. Setelah itu baru dicarikan perbaikan kondisi yang ada.
(zal/)











































