Al-Qur'an sendiri menekankan pentingnya bahasa Arab sebagaimana disebutkan dalam ayat: Dan sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan (cita-rasa bahasa) Arab yang jelas. (Q.S. al-Syura/26:192-195). Dipertegas lagi dengan ayat lainnya: Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (Q.S. Yusuf/2:2). Ayat pertama menggunakan istilah lisanan 'arabiyyan berarti cita rasa bahasa Arab dan yang kedua menggunakan qur`anan 'arabiyyan berarti Al-Qur'an yang berbahasa Arab. Yang pertama mengesankan logika, dialektik, semantik dan spiritual kearaban dan yang kedua mengesankan linguistik bahasa Arab. Karena itu bunyi, fonetik, pengucapan (makhraj) Al-Qur'an juga memegang peran penting dalam ritus keagamaan Islam.
Meskipun dalam beberapa ayat menegaskan Al-Qur'an berbahasa Arab tidak berarti Al-Qur'an hanya untuk atau lebih heavy kepada orang-orang atau etnik Arab. Banyak orang yang tidak memahami bahasa Arab tetapi bisa menjadi ahli ibadah, sufi, dan ilmuan muslim yang lebih baik daripada orang-orang yang mengerti bahasa Arab. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kemampuannya di dalam berbahasa Arab tetapi siapa yang paling bertaqwa, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. (Q.S. A-Hujurat/49:13). Banyak ilmuan Islam sangat tersohor dalam bidang keilmuannya masing-masing, bahkan Muhammad Yunus dari Pakistan, tidak menguasai bahasa Arab tetapi meraih hadiah Nobel dalam bidang ekonomi.
Memang harus diakiui bahwa orang-orang yang mengerti bahasa Arab Al-Qur'an berpotensi memahami lebih mendalam makna bahasa batin Al-Qur'an. Keistimewaan bahasa Arab sangat kaya dengan kosa kata spiritual. Sebagai ilustrasi kosa kata yang berhubungan dengan cita di dalam Lisan al-'Arab, tidak kurang dari 14 kosa kata, antara lain: Al-hub, al-dalal, al-hiyam, al-'isyq, al-khullah,al-wajd, al-naulah, al-fana', dst. Bandingkan di dalam kosa kata bahasa Indonesia/Melayu tidak cukup tersedia kosa kata untuk menerjemahkan kosa kata yang digunakan Al-Qur'an. Jika seseorang memiliki kemampuan Ilmu Balagah, salah satu cabang dari sastra Arab, maka pasti bisa ta'jub dan merasakan indahnya nilai sastra (balagah) Al-Qur'an. Akan tetapi orang yang tidak memahami ilmu bahasa Arab mungkin sulit membedakan antara Al-Qur'an dan syair-syair bahasa Arab. Sebagai contoh, Kitab Barzanji, sebuah kisah Nabi Muhammad yang diungkapkan dengan bahasa Syair, luar biasa indahnya susunan katanya, tetapi tidak ada apa-apanya dibanding dengan bahasa Al-Qur'an. (Bersambung).
Prof. Nasaruddin Umar
Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)
(erd/erd)











































