Tembok yang Viral Tutup Akses ke Rumah Warga di Sumsel Dibongkar

Prima Syahbana - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 16:44 WIB
Proses pembongkaran tembok yang menutupi akses jalan rumah Ibu Hermiati selama 8 bulan lamanya (Dok istimewa)
Proses pembongkaran tembok yang menutupi akses jalan rumah Ibu Hermiati selama 8 bulan. (Dok. Istimewa)
Prabumulih -

Wanita bernama Hermiati (50) di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan terkait akses jalan ke rumahnya ditutup tembok selama 8 bulan hingga viral. Pagar tembok tersebut kini dibongkar.

"Alhamdulillah dari hasil mediasi dengan pihak terkait kita menemukan jalan keluar. Pagar tembok sudah kita bongkar barusan," kata Fitriyadi, Lurah Gunung Ibul, Fitriyadi, Prabumulih, Sumsel, kepada detikcom, Kamis (8/7/2021).

Mediasi tersebut dilakukan di kantor Kelurahan Gunung Idul. Selain pemilik rumah dan developer, mediasi itu dihadiri ketua RT setempat, Babinsa, dan Banbinkamtimbas.

"Pihak developer bersedia membuka akses jalan selebar 2 meter dengan membongkar tembok tersebut, namun dengan beberapa catatan," katanya.

Pemilik rumah diwajibkan membayar uang senilai puluhan juta rupiah sebagai biaya ganti rugi tanah milik developer. Apabila nanti sudah dilakukan pembayaran, pihak developer akan membongkar atau membuka kembali jalan.

"Hasil dari mediasi Ibu Hermiati diwajibkan membayar uang ganti rugi Rp 35 juta. Kalau nanti sudah dilakukan membayar maka pihak developer akan memberi akses jalan seluas 5 meter," katanya.

Video Viral

Sebelumnya, dilihat detikcom, Kamis (8/7/2021), dalam video viral terlihat tembok sekitar 1 meter berdiri tepat di depan halaman rumah warga tersebut. Rumah tersebut berada di Desa Gunung Ibul, Prabumulih Timur.

"Lapor, kemana kami harus mengadu. Kasian teman ku ini teraniaya, rumahnya dipagar tidak boleh lewat oleh developer karena tidak membeli perumahan di developer. Dia membeli rumah di belakang developer," kata wanita dalam rekaman video tersebut.

Wanita yang merekam video mengaku pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke Ketua RT dan Kelurahan setempat namun belum ada solusi. Dia berharap masalah tersebut segera tuntas.

"Kami sudah ngadu ke pihak kelurahan RT tapi tidak ada yang menanggapi karena kami tidak punya apa-apa, tidak punya kekuatan. Tolong kepada HAM (Komnas HAM) kemana kami harus mengadu," tuturnya.

Dia mengatakan ada warga setempat yang memberikan jalan untuk warga yang akses jalannya tertutup tembok developer itu. Namun saat ini jalan itu juga dipasangi pagar kayu dan bambu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kemarin sudah ditembok kami ngalah, terus dikasih sedikit jalan oleh warga. Sekarang malah jalan tersebut dipasangi pagar juga. Kira-kira ke mana kami bisa mengadu," katanya

(isa/isa)