Polisi Pasang 16 CCTV untuk Ubah Stigma Kampung Narkoba di Pekanbaru

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 12:39 WIB
Polisi adakan program Jaga Kampung untuk ubah stigma kampung narkoba di Kampung Dalam di Pekanbaru
Polisi adakan program Jaga Kampung untuk ubah stigma 'kampung narkoba' di Kampung Dalam di Pekanbaru. (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Kampung Dalam di Pekanbaru, Riau, dikenal sebagai 'kampung narkoba'. Namun kini sudah berubah nama.

Stigma itu diubah karena membawa dampak buruk bagi warganya. Banyak warga di lokasi sulit mencari kerja.

"Ada 16 titik CCTV kita pasang, terutama di gang sempit Kampung Dalam. Kami awasi tempat yang biasa disembunyikan narkoba saat kami penggerebekan," tegas Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min saat menjelaskan upayanya membersihkan Kampung Dalam dari narkoba, Kamis (8/7/2021).

"Apakah ada penolakan, tidak. Selama ini mereka ingin kampung ini bersih. Karena ada stigma kampung narkoba, jadi ketika mereka, anak-anak yang mau kerja di luar tidak diterima di tempat usaha, blacklist," lanjut Nandang.

Lewat program Jaga Kampung, Nandang berharap stigma kampung narkoba bisa berubah. Jadi warga Kampung Dalam dapat merasa lebih nyaman.

"Sehingga ini aman, nyaman, dan kondusif. Kampung ini bukan rahasia umum lagi, ya kita ubah, kita siapkan personel setiap hari bergantian. Kemudian di-backup dari patroli Polresta, Polsek dan Bhabin sampai tokoh masyarakat," katanya.

"Sekarang kita hapus dan coret dari nama kampung narkoba menjadi aman, nyaman dan tangguh bebas narkoba. Tidak ada lagi peredaran narkoba, itu harapan kita," lanjut Nandang lagi.

Sebelumnya, polisi menggerebek kampung narkoba di sejumlah lokasi di Pekanbaru, Riau. Seorang bandar wanita dengan julukan 'ratu narkoba' turut diamankan di lokasi.

Penggerebekan dilakukan Dit Narkoba dan Sat Brimob Polda Riau, Rabu (16/6/2021). Ada 153 personel gabungan yang diturunkan di lima lokasi, yang salah satunya Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat.

Dalam penggerebekan, diamankan 24 orang yang diduga terlibat peredaran narkoba. Salah satunya wanita berinisial W (36) dan suaminya, N. W sendiri dikenal masyarakat sebagai 'ratu narkoba'.

Memang polisi tak menemukan barang bukti apa pun dari W. Namun setelah tes urine, W dinyatakan positif menggunakan narkoba dan langsung diamankan.

Setelah penangkapan, polisi akhirnya memutuskan mendirikan posko khusus di lokasi. Termasuk memasang 16 kamera CCTV untuk memantau pergerakan lewat program 'Jaga Kampung'.

(ras/aud)