Saya Terjerat 99 Aplikasi Pinjol-Kini Diteror, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 09:15 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Pinjaman online (pinjol) benar-benar membuat masyarakat masuk dalam lingkaran setan. Sistem yang dibuat menjadikan nasabah masuk dalam sistem gali lobang yang tidak berujung. Hal itu seperti dialami pembaca detik's Advocate.

Cerita pilu terjerat 99 aplikasi pinjol ilegal itu diceritakan pembaca detik's Advocate dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi@detik.com. Berikut kisah lengkapnya:

Detik,
Saya seorang wanita berusia 29 tahun. saat ini saya telah terjebak dengan pinjaman online ilegal di mana aplikasi tersebut hanya 1 namun menyediakan banyak pinjaman dengan berbagai nama.

Mereka selalu menagih sebelum tanggal jatuh tempo dan mengancam akan menyebarkan kontak dan data pribadi jika tidak dibayarkan lunas atau pun perpanjangan. Sampai akhirnya saya harus gali lubang tutup lubang demi menutup ataupun diperpanjang.

Semua untuk gali lobang tutup lobang karena mereka menagih tidak sesuai jadwal dan jika tidak saya bayar minimal perpanjangan mereka mengancam. Saya mohon bantuannya mas. Berikut saya lampirkan rinciannya baik yang lunas maupun belum.

Berikut sebagian daftar pinjol:

1.Pinjol LU: pinjam Rp 1,6 juta yang diterima Rp 1.072.000 dan harus dikembalikan dalam 7 hari kalender
2.Pinjol PL: pinjam Rp 2,3 juta yang diterima Rp 1.449.000 dan harus dikembalikan dalam 7 hari kalender
3.Pinjol UD: pinjam Rp 2 juta yang diterima Rp 1.240.000 dan harus dikembalikan dalam 7 hari kalender
4.Pinjol PO: pinjam Rp 2,2 juta yang diterima Rp 1.496.000 dan harus dikembalikan dalam 7 hari kalender
5.Pinjol UC: pinjam Rp 2,8 juta yang diterima Rp 1.904.000 dan harus dikembalikan dalam 7 hari kalender

Mohon bantuannya, karena saya sudah tidak sanggup lagi.

Regards
Y

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum dari Slamet Yuono, SH, MH (Partner pada Kantor Hukum 99 & Rekan). Berikut jawaban lengkapnya:

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas pertanyaan yang saudari sampaikan kepada detikcom.

Kami turut bersimpati atas jerat pinjol ilegal yang saudari alami, kejadian yang saudari alami banyak menimpa dan dialami masyarakat khususnya yang belum mengetahui adanya pinjaman online/fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK dan adanya pinjaman online ilegal, di mana pinjaman online ilegal selalu menetapkan bunga yang tinggi, biaya yang besar rata-rata 25 persen dipotong dari pinjaman, jangka waktu pengembalian yang singkat, 7 hari dan akan menggunakan segala macam cara dalam melakukan penagihan jika nasabah mengalami keterlambatan pembayaran.

Dalam kesempatan ini sebelum menjawab pertanyaan saudara perlu kami sampaikan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati, waspada dan tidak mudah tergiur dengan penawaran yang disampaikan oleh platform pinjaman online ilegal karena jika sudah terjerat maka dampak yang ditimbulkan akan sangat serius seperti yang dialami saudari Y yang akhirnya harus menggali lubang tutup lubang, dalam arti mengajukan pinjaman baru atau perpanjangan untuk menutup pinjaman sebelumnya dengan biaya rata-rata sebesar 25 persen dari pinjaman, sehingga pinjaman ini tidak akan selesai.

Daftar pinjol ilegal yang digunakan Y (dok. pembaca detikcom)Daftar pinjol ilegal yang digunakan Y (dok. pembaca detikcom)

Saudari Y telah terjerat 29 pinjol ilegal yang sedang berjalan dan 70 pinjol ilegal, total 99 aplikasi, yang sudah lunas dengan cara gali lubang tutup lubang sebagaimana disampaikan di atas. Dan hal ini akan terus bertambah dan menggunung jika tidak dihentikan mulai sekarang.

Tentunya pihak pinjol ilegal akan menggunakan cara-cara yang melawan hukum salah satunya sebagaimana Saudari sampaikan yaitu dengan mengancam akan menyebarkan kontak dan data pribadi.

Sudah waktunya masyarakat terutama korban pinjol ilegal untuk melawan atas kesewenang-wenangan dan tindakan melawan hukum yang dilakukan bahkan tidak sedikit tindakan mereka dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Perlawanan dari korban pinjol ilegal ini sudah sepatutnya didukung oleh SATGAS WASPADA INVESTASI, OJK, KEMENTERIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI, DPR RI KHUSUSNYA KOMISI XI, KOMNAS HAM, KEPOLISIAN RI, AFPI dan pihak-pihak terkait lainnya.

Jika Kepolisian RI dengan didukung lembaga dan pihak terkait secara gencar mengambil tindakan tegas untuk memberantas Pinjol Ilegal yang sangat meresahkan masyarakat maka bukan menjadi hal yang mustahil para pelaku dan otak pinjol ilegal ini berpikir 1.000 kali untuk beroperasi dan melakukan teror, intimidasi, pelecehan seksual dan tindakan lainnya yang bertentangan dengan hukum.

Ketegasan Kepolisian RI dan pihak-pihak terkait sangat diperlukan dalam memberantas pinjaman online ilegal, karena senyatanya pinjaman online ilegal ini sebagaimana testimoni dari salah satu korban pinjaman online ilegal yang di telpon oleh debt collector pinjol Ilegal dan mengatakan:

Tidak takut sama sekali dengan Kepolisian RI dan Satgas Waspada Investasi dan membandingkan Kepolisian RI dengan Kepolisian di negara lain di mana laporpun tidak akan ditindak lanjuti..dst

Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kepolisian RI dan Satgas Waspada Investasi mengingat Platform Pinjol Ilegal ini bisa berubah wujud menjadi 10 bahkan 100 Pinjol Ilegal lainnya dengan kata lain ditutup satu akan tumbuh 100 yang lain.

Untuk menghadapi pinjol ilegal yang mengancam akan menyebarkan kontak dan data pribadi Saudari Y, langkah-langkah yang bisa ditempuh antara lain:

1. BLOKIR SELURUH KONTAK YANG MENGIRIM TEROR ATAU ANCAMAN

Saudari dapat memblokir seluruh kontak dari Pinjol Ilegal jika mereka melakukan penagihan dengan mengancam akan menyebar kontak dan data pribadi atau ancaman lain yang bertentangan dengan hukum, langkah ini diambil jika pembicaraan secara baik-baik sudah diabaikan dan mereka menggunakan cara seperti disampaikan di atas.

2. PEMBERITAHUAN KE KONTAK DI HP ATAU SOSMED UNTUK MENGABAIKAN PESAN/TELP DARI PINJOL ILEGAL

Untuk meminimalisir dampak dari tersebarnya pesan dari Pinjol Ilegal maka Saudari dapat mengirimkan Pemberitahuan jika ada pesan/telp dari pihak yang mengatasnamakan Pinjol untuk melakukan penagihan/ancaman agar diabaikan dan di Blokir Nomor tersebut.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Lihat juga Video: Heboh Foto Selfie KTP Dijual, Diduga Ulah Pinjol Ilegal

[Gambas:Video 20detik]