Thaksin Diberi Ultimatum Untuk Mundur Dalam 48 Jam
Rabu, 22 Mar 2006 12:29 WIB
Bangkok - Desakan mundur bagi Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra kian gencar. Bahkan Thaksin diultimatum untuk mengundurkan diri dalam waktu 48 jam. Jika tidak, dia akan menghadapi tindakan tegas guna menggulingkannya.Pernyataan ini disampaikan para pendemo anti-Thaksin yang dipimpin oleh kubu People's Alliance for Democracy (PAD). Demikian diberitakan kantor berita Thailand News Agency (TNA) seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Rabu (22/3/2006).Ultimatum ini diumumkan Sondhi Limthongkul, tokoh PAD usai pertemuan anggota inti PAD. "Kami akan memberikan kesempatan terakhir bagi Thaksin untuk mundur guna memberikan jalan bagi reformasi politik kedua negeri ini," cetus Sondhi."Jika dia bersikeras untuk tetap bertahan, kami akan mengambil tindakan tegas lebih jauh untuk menggulingkan dia," imbuh pengritik vokal Thaksin itu.Suriyasai Katasila, koordinator koalisi anti-Thaksin, juga menekankan bahwa PAD memiliki resolusi untuk menyerukan Thaksin mundur dalam 48 jam. "Kalau Thaksin tidak mundur dalam 48 jam seperti yang diminta, kami akan membeberkan langkah nyata untuk gerakan besar berikutnya pada pukul 22.00 tanggal 23 Maret," katanya."Untuk saat ini, kami akan menugaskan satu kelompok kerja untuk mengumpulkan opini dari para akademisi dan orang-orang berpengalaman mengenai cara-cara memecahkan kebuntuan politik saat ini, sehingga bisa dipakai sebagai pendekatan dalam aksi massal kami berikutnya yang direncanakan pada 25 Maret," katanya menambahkan.Para pengunjuk rasa anti-Thaksin rencananya akan kembali menggelar aksi demo di Stadion Nasional di Bangkok pada hari Rabu ini. Dari sana massa akan bergerak menuju markas besar Komisi Pemilihan Umum Thailand.
(ita/)











































